JABARPOS.ID – Bank Mandiri terus memacu ekonomi kerakyatan dengan memperkuat layanan keuangan digital melalui Mandiri Agen. Inisiatif ini menjangkau hingga pelosok negeri, termasuk daerah-daerah yang belum terlayani oleh kantor cabang konvensional.
Mandiri Agen, sebagai perpanjangan tangan Bank Mandiri, menggandeng pelaku UMKM untuk menyediakan layanan perbankan dan keuangan. Masyarakat kini bisa dengan mudah melakukan tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, bahkan membuka rekening tabungan, semua di satu tempat.

"Mandiri Agen adalah garda terdepan kami dalam memperluas akses keuangan," ujar Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari. "Kami ingin memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang."
Hingga Januari 2026, jumlah Mandiri Agen telah mencapai 112.650, meningkat 12% dari tahun sebelumnya. Pengguna aktif aplikasi Mandiri Agen juga melonjak 28% menjadi 81.000 agen. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap layanan perbankan berbasis agen.
Kepercayaan ini juga tercermin dari peningkatan frekuensi dan nilai transaksi. Pada Januari 2026, frekuensi transaksi Mandiri Agen meningkat 44% menjadi 2,34 juta, sementara nilai transaksi tumbuh 89% hingga melampaui Rp3,5 triliun.
Yang lebih membanggakan, Mandiri Agen telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp22,9 triliun dari 3,4 juta nasabah. Ini membuktikan bahwa Mandiri Agen bukan hanya sekadar layanan perbankan, tetapi juga motor penggerak ekonomi di tingkat desa.
Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam ekosistem layanannya. Dengan kolaborasi aktif bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Mandiri Agen diharapkan dapat menjadi solusi keuangan inklusif yang mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh masyarakat Indonesia.





