Beranda / Berita / KFC Bangkit dari Keterpurukan, Laba Meroket!

KFC Bangkit dari Keterpurukan, Laba Meroket!

JABARPOS.ID – PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC Indonesia) menunjukkan sinyal positif pemulihan kinerja dengan menekan kerugian secara signifikan pada tahun 2025. Laporan keuangan terbaru menunjukkan penurunan rugi bersih hingga 53,74%, menjadi Rp 369,24 miliar.

Strategi efisiensi dan penguatan fundamental bisnis menjadi kunci utama perbaikan ini. Optimalisasi struktur biaya operasional dilakukan dengan pengendalian pengeluaran yang lebih ketat di seluruh lini bisnis. Rasionalisasi biaya overhead, termasuk efisiensi biaya administrasi, pemasaran, dan biaya umum lainnya, juga turut berkontribusi.

Baca juga:  Dari Pengungsi Jadi Konglomerat Surabaya, Kisah Inspiratif Alim Husin Pendiri Maspion
KFC Bangkit dari Keterpurukan, Laba Meroket!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain itu, KFC Indonesia juga berupaya meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan melalui optimalisasi utilisasi aset dan sumber daya. Pengendalian internal dan monitoring biaya secara berkala juga diperketat untuk memastikan keberlanjutan program efisiensi.

Digitalisasi dan otomatisasi proses operasional juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Penyesuaian dan penyelarasan struktur organisasi juga dilakukan untuk mendukung operasional dan efektivitas pengambilan keputusan.

Pendapatan perusahaan tercatat stabil di angka Rp4,89 triliun, dengan kualitas profitabilitas yang menunjukkan peningkatan. Beban pokok penjualan berhasil ditekan sebesar 1,96% menjadi Rp2,00 triliun, sehingga mendorong peningkatan margin laba dari 58,3% menjadi 59,1%.

Baca juga:  Dompet Aman Saat Krisis? Ini Lho Jumlah Dana Darurat Ideal!

Perbaikan kinerja ini juga tercermin pada rugi operasional yang berhasil ditekan secara signifikan, serta arus kas operasional yang menunjukkan penguatan seiring dengan peningkatan kualitas operasional Perseroan.

Di sisi neraca, Perseroan juga memperkuat struktur keuangan dan likuiditas. Rasio lancar meningkat dari 26,90% menjadi 33,49%, didukung oleh langkah refinancing yang dilakukan secara proaktif untuk mengoptimalkan profil jatuh tempo kewajiban dan meningkatkan fleksibilitas arus kas.

Baca juga:  Long Weekend Jalur Puncak Bogor Terapkan Ganjil Genap Hingga Hari Senin

Struktur permodalan turut diperkuat melalui aksi penambahan modal pada pertengahan 2025, serta peningkatan ekuitas yang signifikan menjadi Rp435,86 miliar. Selain itu, Perseroan juga melakukan langkah strategis melalui divestasi sebagian kepemilikan pada entitas anak perusahaan untuk memperkuat posisi likuiditas, dengan tetap mempertahankan pengendalian.

KFC Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan transformasi bisnis dengan fokus pada efisiensi, penguatan operasional, serta inovasi produk guna mendorong pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.