JABARPOS.ID – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menunjukkan sinyal positif di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perusahaan konstruksi pelat merah ini berhasil menekan kerugian secara signifikan.
Rugi yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat sebesar Rp 678 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 31,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana Waskita Karya mencatatkan rugi hingga Rp 1,25 triliun.

Kinerja pendapatan usaha juga mengalami peningkatan yang menggembirakan, naik 55% menjadi Rp 2,1 triliun. Kontributor utama pendapatan berasal dari jasa konstruksi sebesar Rp 1,6 triliun, diikuti oleh pendapatan dari jalan tol sebesar Rp 322,77 miliar.
Meskipun demikian, perusahaan juga menghadapi tantangan berupa lonjakan beban pokok pendapatan yang naik 75% menjadi Rp 1,92 triliun. Hal ini menyebabkan laba bruto mengalami penurunan sebesar 31,42% menjadi Rp 175,06 miliar.
Di sisi lain, Waskita Karya berhasil menekan sejumlah beban operasional, seperti beban penjualan yang turun menjadi Rp 28,77 miliar, beban umum dan administrasi menjadi Rp 368,64 miliar, serta beban non-contributing plan yang turun drastis menjadi Rp 2,36 miliar. Namun, pendapatan bunga mengalami penurunan hampir dua kali lipat menjadi Rp 87,62 miliar.
Beban keuangan juga berhasil ditekan tipis menjadi Rp 895,27 miliar, sehingga rugi sebelum pajak turun menjadi Rp 775,32 miliar.
Dari sisi neraca, total liabilitas Waskita mengalami penurunan menjadi Rp 65,95 triliun pada kuartal I-2026, dari Rp 67,06 triliun pada akhir tahun lalu. Namun, jumlah ekuitas juga terkikis menjadi Rp 2,94 triliun, dari sebelumnya Rp 3,67 triliun. Total aset Waskita juga menyusut menjadi Rp 69 triliun sepanjang empat bulan pertama tahun ini, dari Rp 70,73 triliun pada akhir tahun lalu. Data ini diolah dari laporan keuangan perusahaan yang dikutip jabarpos.id.



