Jabarpos.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan hari Senin (20/04/2026), terperosok 0,65% ke level 7.584. Sementara itu, nilai tukar Rupiah menunjukkan sedikit penguatan sebesar 0,09% di angka Rp 17.165 per dolar AS.
Sentimen pasar di awal pekan ini tampaknya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran akan inflasi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat, yang kemudian berimbas pada kinerja pasar saham.

Analis pasar menilai bahwa investor cenderung berhati-hati dan melakukan aksi jual sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kenaikan harga energi. Selain itu, faktor global seperti kebijakan moneter negara-negara maju dan tensi geopolitik juga turut mempengaruhi sentimen pasar.
Serliana Salsabila dan Mercy Widjaja membahas lebih lanjut mengenai dinamika pasar ini dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 20/04/2026). Mereka mengupas tuntas sentimen-sentimen yang membebani IHSG dan prospek pasar ke depan.


