Beranda / Berita / Rahasia di Balik Kursi Panas Direksi BUMN Terungkap!

Rahasia di Balik Kursi Panas Direksi BUMN Terungkap!

Rahasia di Balik Kursi Panas Direksi BUMN Terungkap!

Jabarpos.id – Proses pemilihan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, membongkar fakta bahwa seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan konsultan dan panelis ahli.

Dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, Dony menjelaskan bahwa Danantara dibantu oleh tiga konsultan dan puluhan panelis berpengalaman untuk memastikan proses rekrutmen berjalan adil dan transparan. "Kita memiliki metode yang fair dan transparan dalam rekrutmen direksi BUMN," tegas Dony.

Baca juga:  Superbank Kode Keras Soal IPO, Grab Jadi Kunci?
Rahasia di Balik Kursi Panas Direksi BUMN Terungkap!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Proses seleksi meliputi penilaian kompetensi yang dibantu konsultan, diikuti wawancara oleh 20 panelis yang terdiri dari Managing Directors Danantara dan perwakilan dari BP BUMN. Dony menepis anggapan bahwa penunjukan direksi BUMN dilakukan secara asal-asalan. Setelah seleksi, Danantara akan memberikan usulan nama calon direksi kepada BP BUMN yang memiliki kewenangan penuh untuk mengangkat direktur dan komisaris.

Baca juga:  Rahasia Huruf 'K' di Balik Harga: Bukan Sekadar Singkatan Biasa!

Menariknya, proses rekrutmen bahkan menjangkau kandidat dari luar negeri jika dinilai memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Dony mencontohkan beberapa nama besar seperti mantan CEO Coca Cola yang bergabung ke Semen Indonesia (SMGR) dan Direktur HR Unilever yang kini memimpin Telkom Indonesia (TLKM).

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa kecocokan pengalaman dan tanggung jawab menjadi pertimbangan utama. Meskipun kompetensi penting, bobot penilaian terbesar (80%) justru terletak pada karakter, terutama integritas. Setelah semua proses dilalui, tim khusus dari Presiden akan melakukan pengecekan latar belakang calon direktur untuk memastikan mereka amanah dalam mengelola perusahaan negara.