Jabarpos.id, Jakarta – PT Super Bank Indonesia (Superbank) akhirnya angkat bicara soal isu penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan menegaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah pengembangan bisnis perusahaan secara menyeluruh.
Bank yang baru saja diluncurkan pada akhir 2023 ini, menurut Tigor, ingin fokus memperluas jangkauan produk dan layanan bagi para nasabah. Lebih lanjut, Tigor menekankan pentingnya sinergi bisnis dengan ekosistem Grab, salah satu pemegang saham utama Superbank.

"Fokus kami saat ini adalah bagaimana mengembangkan Superbank, mengembangkan produk, memperluas basis nasabah, dan memperkuat ekosistem dengan Grab," ujarnya di sela-sela acara Indonesia Re International Conference 2025 di Menara Danareksa, Selasa (22/7/2025).
Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa bank milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) ini tengah mempertimbangkan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Nilai valuasi yang diincar Superbank dalam IPO tersebut dikabarkan mencapai US$200 juta hingga US$300 juta (Rp3,23 triliun hingga Rp4,85 triliun).
Sebagai informasi tambahan, Superbank berhasil mencatatkan laba untuk pertama kalinya pada kuartal I-2025. Bank digital ini membukukan laba bersih sebesar Rp251 juta, berbanding terbalik dengan kerugian bersih sebesar Rp105,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.





