Jabarpos.id, Jakarta – Siapa sangka, di balik kesegaran es yang kita nikmati, tersimpan kisah seorang tukang es yang menjelma menjadi salah satu orang terkaya di masanya. Taspirin, namanya, seorang pengusaha es asal Ungaran, Semarang, yang diperkirakan memiliki kekayaan fantastis mencapai Rp 10 triliun!
Di era kolonial, ketika kulkas masih menjadi barang mewah, es menjadi komoditas berharga. Taspirin melihat peluang ini dan mendirikan pabrik es pada tahun 1900-an. Harian de Locomotief (25 Juli 1902), seperti dikutip jabarpos.id, melaporkan bahwa pabrik es milik Taspirin di Ungaran berkembang pesat, bahkan pada tahun 1910 ia membuka pabrik kedua di Petelan, Semarang, yang menjadi pabrik es terbesar di daerah tersebut.

Namun, kekayaan Taspirin tidak hanya berasal dari bisnis es. Ia juga memiliki rumah penjagalan dan bisnis jual-beli kulit hewan. Dari sinilah pundi-pundi kekayaannya semakin menggunung. Menurut catatan De Nieuwe Vorstenlanden (8 September 1919), aset Taspirin saat meninggal mencapai 45 juta gulden. Jika dikonversikan dengan harga beras saat itu, kekayaannya setara dengan hampir Rp 10 triliun saat ini.
Selain Taspirin, ada juga Kwa Wan Hong, seorang pengusaha asal Semarang yang mendirikan pabrik es Hoo Hien pada tahun 1895. Jabarpos.id melansir dari catatan sejarawan Denys Lombard, Kwa menggunakan reaksi kimia untuk membuat es, mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi es. Es yang dulunya mahal dan sulit didapatkan, menjadi lebih terjangkau berkat inovasi Kwa.
Kisah sukses para pengusaha es ini membuktikan bahwa peluang bisnis bisa datang dari mana saja. Dengan jeli melihat kebutuhan pasar dan kerja keras, bukan tidak mungkin kita bisa meraih kesuksesan seperti mereka.



