close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.7 C
Jakarta
Sabtu, Januari 24, 2026

Aksi Kamisan ke-836, Kali Terakhir Aktivis Kirim Surat Ke Presiden RI

spot_img

Jakarta | Jabar Pos – Ratusan orang dari berbagai kalangan hadir dalam Aksi Kamisan ke-836 pada Kamis sore, 17 Oktober 2024, di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mengenakan pakaian serba hitam, mereka berkumpul untuk aksi yang menjadi penutup era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Aksi ini dianggap monumental karena digelar menjelang pelantikan (kini sudah dilantik) Prabowo Subianto sebagai Presiden RI, seorang mantan Tentara yang dituduh terlibat pelanggaran HAM.

Asfinawati, Aktivis dan Advokat Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa aksi ini adalah kali terakhir para Aktivis mengirimkan surat kepada presiden.

Baca juga:  Siswa di Jakarta Selatan Lapor Polisi Diduga Jadi Korban Bullying

“Tidak masuk akal untuk meminta Presiden menyelesaikan kasus pelanggaran HAM jika pelaku pelanggaran itu adalah Presiden sendiri,” kata Asfinawati.

Menurutnya, Aksi Kamisan kali ini menandai akhir dari suatu era dan menjadi awal yang baru. Asfinawati menyebutkan, pelantikan Prabowo sebagai simbol dari “babak baru pembajakan Demokrasi” di Indonesia.

“Kejahatan bukan lagi tersembunyi, tapi kini terang-terangan dilantik menjadi Pemimpin Negara,” imbuh Asfinawati.

Baca juga:  Nikita Mirzani Jemput Putrinya ke Apartemen, Pengacara Buka Suara

Pernyataan Asfinawati didukung oleh Maria Catarina Sumarsih, penggagas Aksi Kamisan. Sumarsih menegaskan, para aktivis tidak akan lagi mengirimkan surat kepada Presiden.

“Mulai Kamis depan, kami tidak akan mengirim surat lagi,” ujar Maria Catarina Sumarsih.

Selama pemerintahan Presiden Jokowi, para Aktivis telah mengirimkan 476 surat, sementara pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ada 339 surat yang dikirimkan. Ia menyatakan, bahwa mereka merasa sudah saatnya menghentikan tradisi tersebut.

Baca juga:  BNI Siap Wujudkan Ribuan Rumah Impian

“Mungkin itu alasan kenapa kami tidak mengirim surat lagi kepada Presiden Republik Indonesia seperti yang setiap Kamis biasa kami lakukan,” pungkas Maria Catarina Sumarsih.

Aksi Kamisan terakhir di era Jokowi ini dihadiri oleh ratusan aktivis, pegiat HAM, mahasiswa, dan keluarga korban pelanggaran HAM. Beberapa organisasi seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), KontraS, PBHI, dan Imparsial juga turut hadir. (far)

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...
Berita terbaru
Berita Terkait