Jabarpos.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten batu bara terintegrasi yang beroperasi di Aceh dan Kalimantan, menunjukkan keseriusannya dalam bertransformasi menuju energi bersih. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transisi energi di Indonesia.
Direktur ABM Investama, Hans Christian Manoe, mengungkapkan bahwa perusahaan terus mengembangkan jasa pertambangan batu bara kalori rendah di Aceh dan Kalimantan, dengan target pasar ekspor utama di India dan China. Selain itu, ABMM juga membidik pasar baru di Jepang dan Korea untuk menyerap batu bara kalori tinggi.

Namun, yang menarik, ABMM juga memastikan komitmennya dalam memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Lebih dari itu, perusahaan mulai merambah sektor energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya biogas dan biomassa.
Langkah ABMM ini mengindikasikan perubahan strategi bisnis yang signifikan. Di tengah gejolak global dan tekanan untuk mengurangi emisi karbon, perusahaan pertambangan batu bara mulai melirik potensi EBT sebagai sumber pertumbuhan baru. Pertanyaannya, apakah ini pertanda ABMM akan meninggalkan batu bara sepenuhnya di masa depan? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.




