Beranda / Berita / Sumatera, Pulau Emas yang Menggemparkan Dunia, Benarkah?

Sumatera, Pulau Emas yang Menggemparkan Dunia, Benarkah?

Sumatera, Pulau Emas yang Menggemparkan Dunia, Benarkah?

Jabarpos.id – Legenda pulau emas di Indonesia ternyata bukan isapan jempol belaka. Pulau yang selama ratusan tahun menjadi buah bibir ini, terbukti nyata dan berada di wilayah Nusantara. Emas, sejak dahulu kala, memang menjadi primadona dan incaran banyak orang di seluruh dunia. Sifatnya yang stabil sebagai aset menjadi alasan utama mengapa logam mulia ini begitu diburu.

Kisah tentang pulau emas ini telah ada sejak zaman klasik. Berbagai pujangga dan catatan dari berbagai wilayah dunia mengisahkan keberadaan pulau emas di wilayah antah berantah. Di India, kisah Ramayana menggambarkan pelayaran ke pulau emas yang disebut Suvarnabhumi. Para ahli Yunani dan Romawi pun menyebutkan adanya pulau kaya emas di selatan India. Bahkan, teks dari abad ke-1 Masehi secara spesifik menyebut lokasi "pulau emas berada di matahari yang tepat di atas kepala", yang mengindikasikan garis khatulistiwa. Naskah kuno China era Dinasti Ming juga menyebut negeri San Fo Tjai kaya akan emas dan berada di kawasan selatan.

Baca juga:  UOB Kay Hian Sekuritas Berganti Nama, Ada Apa?
Sumatera, Pulau Emas yang Menggemparkan Dunia, Benarkah?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Semua versi dari berbagai peradaban kuno dunia sepakat bahwa pulau emas kaya akan emas. Siapa pun yang datang ke sana, niscaya akan makmur karena setiap lapisan tanahnya mengandung emas. Kebenaran cerita ini terungkap di era penjelajahan samudera, sekitar abad ke-15. Pulau emas yang menjadi legenda ribuan tahun di seluruh dunia ternyata adalah Sumatera. Sejarawan O.W Wolters menyebut catatan ini sebagai bukti popularitas Asia Tenggara dan Sumatera sebagai sumber emas yang penting.

Baca juga:  Terungkap! Segini Bayaran Debt Collector Tarik Mobil Kredit Macet

Pada abad ke-19, William Marsden mencatat bahwa Padang menerima 283 Kg emas dari 1.200 tambang di pedalaman. Setiap tambang ditaksir bernilai ekonomis 1 juta gulden. Di Aceh, Denys Lombard menjelaskan bahwa kerajaan memiliki 300 tambang emas yang konon menghasilkan emas 24 karat yang tak ada habisnya. Agustin de Beaulie, seorang Eropa, juga mengamati bahwa lapisan tanah di Aceh bisa mengeluarkan emas, bahkan dalam bentuk gumpalan.

Baca juga:  Bursa Saham Memanas Bocoran Calon Direksi BEI Bikin Geger!

Pada masa kolonialisme, Belanda melakukan eksplorasi dan eksploitasi besar-besaran di Sumatera karena emas menjadi sumber cuan potensial selain rempah-rempah. Penduduk lokal juga mengolah emas untuk diperjualbelikan, sehingga melahirkan pengusaha-pengusaha kaya raya. Di era kemerdekaan, para pengusaha ini memberikan sumbangsihnya untuk pembangunan Indonesia.

Hingga kini, penambangan emas masih berlangsung di Sumatera, meskipun jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan wilayah lain di Indonesia, seperti Papua.