Beranda / Berita / Inflasi Turki Terus Melandai, Sinyal Baik untuk Suku Bunga?

Inflasi Turki Terus Melandai, Sinyal Baik untuk Suku Bunga?

Inflasi Turki Terus Melandai, Sinyal Baik untuk Suku Bunga?

Jabarpos.id, Jakarta – Kabar baik datang dari Turki! Inflasi di negara tersebut menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Data resmi terbaru mengungkap, inflasi Turki pada Agustus melambat menjadi 32,95%. Angka ini memicu harapan bahwa bank sentral Turki akan kembali memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Penurunan ini melanjutkan tren positif dari bulan Juli, di mana inflasi tercatat sebesar 33,52%. Meskipun sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis yang disurvei Bloomberg, yang memprediksi 32,6%, perlambatan ini tetap menjadi angin segar bagi perekonomian Turki. Jabarpos.id mencatat, secara bulanan, harga konsumen mengalami kenaikan sebesar 2,04% pada Agustus, terutama didorong oleh kenaikan biaya makanan, transportasi, dan perumahan.

Baca juga:  IFG Jadi Pusat Kendali, Bos Danantara Ungkap Rencana Besar Asuransi BUMN
Inflasi Turki Terus Melandai, Sinyal Baik untuk Suku Bunga?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, masyarakat Turki masih merasakan dampak dari harga yang tinggi. Inflasi tahunan untuk makanan dan minuman non-alkohol mencapai 33,3%, pendidikan melonjak 60,9%, perumahan naik 53,3%, dan transportasi 24,9%.

Namun, secara keseluruhan, inflasi tahunan berada pada titik terendah sejak akhir 2021. Sebelumnya, inflasi sempat mencapai puncaknya di atas 75% pada Mei 2024 sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan.

Baca juga:  Laba Emiten Emas Melesat, Kejutan ANTM dan BUMI Bikin Investor Terpana!

Perlambatan inflasi ini memberikan ruang bagi bank sentral Turki untuk terus melonggarkan kebijakan moneternya. Sejak Desember hingga Juli, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuannya dari 50% menjadi 43%. Pasar kini menantikan keputusan bank sentral minggu depan, dengan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut.

Namun, perlu dicatat bahwa angka inflasi resmi ini mendapat sanggahan dari ekonom independen dari Kelompok Riset Inflasi ENAG. Mereka memperkirakan bahwa harga konsumen naik sebesar 65,5% secara tahunan pada Agustus.