JABARPOS.ID – Survei terbaru mengungkap perubahan strategi investasi yang signifikan di kalangan perusahaan keluarga atau family office. Kekhawatiran terhadap kebijakan tarif baru dan potensi depresiasi dolar AS menjadi pemicu utama kehati-hatian ini, seperti yang dilaporkan jabarpos.id.
Survei yang dilakukan oleh RBC Wealth Management dan Campden Wealth terhadap 141 family office di Amerika Utara menunjukkan bahwa mayoritas responden (52%) kini lebih memilih uang tunai dan aset likuid sebagai investasi yang menjanjikan dalam 12 bulan ke depan. Kecerdasan buatan (AI) juga menjadi daya tarik, dengan lebih dari 30% responden melihat potensi imbal hasil yang menarik.

Pergeseran ini kontras dengan tahun sebelumnya, di mana ekuitas pertumbuhan dan industri pertahanan menjadi primadona. Selain itu, family office juga menurunkan ekspektasi imbal hasil tahunan mereka, dari 11% di tahun 2024 menjadi hanya 5% di tahun 2025. Bahkan, 15% responden memprediksi imbal hasil negatif.
Peningkatan likuiditas menjadi prioritas utama investasi di tahun 2025, dipilih oleh hampir separuh family office. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana diversifikasi portofolio menjadi fokus utama.
Bill Ringham dari RBC Wealth Management menjelaskan bahwa gejolak pasar akibat tarif dan ketegangan geopolitik memainkan peran penting dalam perubahan sentimen ini. Meskipun pasar AS telah pulih, kekhawatiran terhadap depresiasi dolar AS tetap menghantui.
Selain dolar, kinerja lesu di sektor ekuitas swasta dan modal ventura juga menjadi perhatian. Seperempat responden mengaku dana ekuitas swasta belum mencapai imbal hasil yang diharapkan, sementara sepertiga lainnya merasakan hal yang sama pada investasi modal ventura.
Namun, di tengah kekhawatiran ini, family office justru meningkatkan alokasi dana ke kas. Langkah ini tidak hanya untuk memitigasi risiko, tetapi juga sebagai strategi untuk memanfaatkan peluang investasi yang mungkin muncul di masa depan.
Ringham menambahkan bahwa family office memiliki visi jangka panjang tentang warisan dan keluarga mereka. Dengan meningkatkan alokasi dana ke kas, mereka menciptakan modal untuk memanfaatkan peluang yang mereka lihat di pasar.
Meskipun demikian, hanya sebagian kecil family office yang berencana meningkatkan alokasi dana ke kas dan aset likuid. Sebagian besar masih tertarik untuk menambah investasi di ekuitas swasta langsung dan dana ekuitas swasta, karena investasi di pasar swasta dianggap penting untuk membangun kekayaan jangka panjang yang melampaui inflasi dan menopang kebutuhan keluarga yang terus bertumbuh.





