Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai Greenland dari Denmark menjadi sorotan tajam dunia, menandai babak baru ketegangan global yang sebelumnya dipicu oleh intervensi militer AS di Venezuela awal tahun 2026. Informasi ini diulas mendalam oleh jabarpos.id.
Pulau Greenland, yang secara administratif merupakan wilayah otonom Denmark, dinilai sangat strategis oleh Washington. Lokasinya yang krusial di kawasan Arktik Kutub Utara menjadikannya aset penting untuk mengamankan kepentingan AS serta menekan dominasi geopolitik Rusia dan China yang semakin menguat di wilayah tersebut.

Langkah ini bukan yang pertama kali menunjukkan agresivitas kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump. Sebelumnya, dunia dikejutkan dengan serangan militer AS ke Venezuela pada awal tahun 2026 yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, sebuah insiden yang memicu gelombang kecaman internasional.
Menyikapi perkembangan ini, redaksi CNBC Indonesia melalui program Closing Bell pada Jumat, 09 Januari 2026, melakukan analisis mendalam. Dialog yang dipandu oleh Maria Katarina bersama Managing Editor CNBC Indonesia, Muhammad Iqbal, dan Sefti Oktarianisa, membahas secara komprehensif implikasi dari ambisi Trump untuk menguasai Greenland.
Upaya akuisisi Greenland ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kedaulatan Denmark, stabilitas kawasan Arktik, serta potensi eskalasi ketegangan geopolitik global di masa mendatang. Dunia kini menanti langkah konkret selanjutnya dari Washington dan reaksi dari Kopenhagen.





