Jakarta – CEO & President Director MSIG Life, Wianto Chen, menunjukkan keyakinan kuat terhadap masa depan industri asuransi jiwa di Indonesia menjelang tahun 2026. Dalam laporan yang diterima jabarpos.id, optimisme ini didasari oleh proyeksi makro ekonomi Tanah Air yang stabil positif, didukung penuh oleh upaya pemerintah dalam mendongkrak daya beli masyarakat.
Chen menambahkan, geliat pertumbuhan ekonomi nasional juga diperkuat oleh laju transformasi teknologi yang terus mendorong otomatisasi di berbagai sektor. Fenomena ini, menurutnya, membuka lebar peluang bagi industri asuransi untuk berinovasi dan memperluas jangkauan layanannya.

Guna mengantisipasi prospek sekaligus tantangan di tahun 2026, MSIG Life telah merancang lima strategi utama yang akan menjadi fondasi penguatan bisnis mereka. Lima fokus strategis tersebut mencakup:
- Ekspansi Pasar: Memperdalam penetrasi pasar, baik pada segmen konvensional maupun syariah, untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
- Inovasi Produk: Melakukan diversifikasi portofolio produk yang lebih bervariasi, relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup nasabah.
- Peningkatan Layanan: Memperbaiki kualitas layanan klaim dan memastikan kemudahan akses terhadap produk asuransi.
- Adopsi Digital: Memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam setiap aspek operasional dan interaksi dengan nasabah.
- Fondasi Kuat: Menguatkan struktur permodalan dan menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan serta akuntabel.
Secara khusus, MSIG Life menggarisbawahi komitmennya terhadap asuransi syariah dengan pendekatan yang berbeda. Mereka akan mengembangkan produk dan strategi pemasaran yang lebih spesifik, terutama untuk menyasar segmen ritel dan menengah bawah, menunjukkan keseriusan dalam menggarap potensi pasar syariah yang besar.
Melalui implementasi kelima pilar strategis ini, MSIG Life menargetkan diri untuk menjadi perusahaan asuransi jiwa patungan yang paling dipercaya dan diandalkan di Indonesia. Pemaparan mendalam mengenai strategi bisnis ini disampaikan oleh Wianto Chen dalam sebuah dialog bersama Andi Shalini di program Power Lunch, CNBC Indonesia, yang tayang pada Selasa, 13 Januari 2026.





