jabarpos.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan baru untuk meningkatkan transparansi pasar modal. Langkah ini diambil setelah pertemuan penting dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Rencananya, data kepemilikan saham akan dibuka lebih lebar. Jika sebelumnya hanya investor dengan kepemilikan di atas 5% yang datanya diungkapkan, kini ambang batasnya diturunkan drastis. Investor yang memiliki saham di atas 1% pun akan terdata namanya oleh KSEI.

"Kita komitmen untuk dapat dilakukan untuk kepemilikan saham di atas bahkan 1%," ujar Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, seperti dikutip jabarpos.id saat konferensi pers di gedung BEI.
Tak hanya itu, klasifikasi investor juga akan diperjelas. Dari yang sebelumnya hanya 9 tipe investor utama, akan dirinci menjadi 27 sub-tipe. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership dari kepemilikan saham.
Selain itu, ada pula usulan kenaikan free float dari 7,5% menjadi 15%. Implementasinya akan dilakukan bertahap dengan melibatkan seluruh pelaku pasar.
Diskusi dengan MSCI berjalan positif, bahkan mereka menawarkan guidance terkait metodologi perhitungan yang akan digunakan. Langkah ini diharapkan dapat membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investor global.





