JABARPOS.ID, Jakarta – Pemerintah terus memacu investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan berbagai kemudahan, mulai dari perizinan hingga insentif, serta pembenahan infrastruktur. Tujuannya jelas, menjadikan KEK sebagai lokomotif industrialisasi, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi nasional.
KEK Galang Batang menjadi salah satu contoh sukses. Menurut George Santos, pemilik KEK Galang Batang, kawasan ini telah berhasil menarik investasi sebesar Rp 35 triliun, mendekati target Rp 36 triliun. Lebih membanggakan lagi, KEK ini telah menyerap 15.000 tenaga kerja, dimana 90% di antaranya adalah sumber daya manusia (SDM) lokal.

Namun, tantangan global tak bisa diabaikan. Perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia yang memanas menjadi perhatian serius bagi KEK Galang Batang. Kelangsungan industri yang berinvestasi di kawasan ini sangat rentan terhadap perubahan peta politik dunia, termasuk konflik seperti yang terjadi antara AS dan Iran.
Bagaimana KEK Galang Batang menghadapi tantangan ini dan terus berkembang? Simak dialog lengkap Bunga Cinka dengan George Santos dalam program Manufacture Check di CNBCIndonesia.




