JABARPOS.ID, Jakarta – Transaksi Repo surat utang negara (SUN) menunjukkan tren positif dengan nilai yang terus meningkat. Sepanjang kuartal I-2026, nilai transaksi Repo SUN telah mencapai Rp215 triliun, menandakan geliat pasar yang semakin aktif.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan total transaksi Repo SUN sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp751,6 triliun atau 27% dari pangsa pasar interdealer. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa Repo SUN semakin diminati sebagai instrumen investasi yang menarik.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) resmi digunakan oleh Dealer Utama PUVA sebagai platform untuk menyampaikan Kewajiban Kuotasi Repo di Pasar Sekunder sejak 1 April 2026.
"Penggunaan SPPA sebagai platform resmi untuk menyampaikan Kewajiban Kuotasi Repo di Pasar Sekunder menunjukkan bahwa SPPA dapat menjadi platform yang efisien bagi para Dealer Utama PUVA, baik untuk meningkatkan likuiditas maupun mencapai price discovery yang lebih baik di Pasar Sekunder," ujar Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.
SPPA menjadi satu-satunya platform di Indonesia yang melayani penyampaian Kewajiban Kuotasi Dealer Utama PUVA untuk Transaksi Repo, serta Kuotasi Dealer Utama Surat Utang Negara dan Kuotasi Dealer Utama Surat Berharga Syariah Negara.
BEI berharap seluruh Dealer Utama PUVA dapat memanfaatkan keunggulan dan kemudahan pelaksanaan Kewajiban Kuotasi maupun transaksi Repo yang ada di SPPA. BEI akan terus berkolaborasi dengan regulator, asosiasi, dan pelaku pasar untuk mewujudkan ekosistem pasar keuangan Indonesia yang lebih baik, meningkatkan likuiditas serta mendorong pendalaman pasar keuangan Indonesia.



