Jabarpos.id, Jakarta – Investasi ternyata bukan fenomena baru. Jauh sebelum era digital, Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan dalam mengelola keuangan. Lebih dari sekadar pemimpin spiritual, Rasulullah adalah seorang pebisnis ulung.
Lalu, apa saja strategi investasi ala Nabi Muhammad SAW yang bisa kita terapkan?

Kunci utama kesuksesan investasi Rasulullah terletak pada kepercayaan. Kejujuran dan amanah menjadi modal utama untuk menarik investor. Setelah mendapatkan modal, Nabi Muhammad SAW menerapkan sistem bagi hasil yang adil. Beliau juga berinvestasi untuk mendapatkan passive income.
Salah satu investasi yang ditekuni adalah beternak. Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW sudah memiliki keahlian ini dan terus mengembangkannya hingga dewasa. Beliau memiliki puluhan unta, kuda, keledai, sapi, dan domba.
Selain beternak, Nabi Muhammad SAW juga berinvestasi pada tanah dan properti. Beliau menyewakan tanah kepada orang Yahudi dengan sistem bagi hasil atau mudharabah. Mereka mengelola kebun kurma dan tanah di Khaybar, lalu membagi keuntungannya dengan Rasulullah.
Yang tak kalah penting dari investasi ala Nabi Muhammad SAW adalah sedekah. Islam mengajarkan bahwa dalam harta kita terdapat hak orang lain. Dengan membantu sesama, kita akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang dermawan, tidak pernah menyimpan harta kekayaannya untuk diri sendiri.
Jadi, jika ingin mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dalam berinvestasi, pilihlah properti, lahan, dan hewan ternak. Jangan lupa untuk selalu bersedekah.





