Beranda / Berita / Dunia di Ujung Tanduk? Orang Kaya Ramai Borong Ini!

Dunia di Ujung Tanduk? Orang Kaya Ramai Borong Ini!

Dunia di Ujung Tanduk? Orang Kaya Ramai Borong Ini!

Jabarpos.id – Perekonomian global diprediksi masih akan menghadapi tantangan berat hingga tahun 2026 mendatang. Ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan, dan tekanan perdagangan menjadi faktor utama yang melatarbelakangi proyeksi suram ini. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai sekitar 2,9% pada tahun 2026, melambat dibandingkan tahun 2025.

Di tengah ketidakpastian ini, para investor kelas kakap mulai mengambil langkah antisipasi. Robert Kiyosaki, penulis buku laris "Rich Dad Poor Dad", mengungkapkan tiga aset yang dianggapnya paling ampuh untuk menghadapi "kiamat" finansial. Apa saja itu?

Baca juga:  Danantara Investasi Gede-gedean di Tanah Suci, Ada Apa?
Dunia di Ujung Tanduk? Orang Kaya Ramai Borong Ini!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kiyosaki menekankan bahwa emas, perak, dan Bitcoin (BTC) adalah pertahanan terbaik terhadap potensi keruntuhan ekonomi. Ia bahkan menuding pemerintahan AS sebagai salah satu indikator krisis yang akan datang. "Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan The Fed, kemungkinan besar akan memicu depresi hebat berikutnya. Mungkin juga perang. Masa-masa sulit akan segera tiba bagi jutaan orang," ujarnya.

Baca juga:  Industri Asuransi Ungkap Jurus Jitu Hadapi Lonjakan Klaim Kesehatan, Apa Itu?

Namun, Kiyosaki juga memberikan secercah harapan. "Bagi mereka yang memiliki pola pikir yang benar dan siap, Depresi Hebat berikutnya akan menjadi saat terbaik dalam hidup mereka. Mohon bersiap. Jaga diri kamu. Beli emas, perak, Bitcoin," tambahnya.

Kiyosaki memang dikenal sebagai kritikus pedas terhadap pemerintah dan lembaga keuangan. Ia kerap menuduh mereka gagal mengelola perekonomian secara efektif. Menurutnya, satu-satunya cara untuk melindungi diri sendiri dan keluarga adalah dengan bekerja keras, berhemat, dan berinvestasi pada aset-aset yang aman, seperti emas, perak, dan Bitcoin.

Baca juga:  Jejak Mewah Buron Wanaartha di Amerika

Selain itu, Kiyosaki juga menyarankan untuk menghindari produk investasi tradisional seperti uang kertas, saham, obligasi, reksa dana, dan ETF. Ia menganggap aset-aset ini tidak berharga dan seringkali menjebak masyarakat miskin dan kelas menengah dalam pekerjaan yang memberikan penghasilan "palsu" yang dapat dikenai pajak.