close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.6 C
Jakarta
Jumat, Januari 24, 2025

Serunya Festival Panahan Tradisional Meriahkan Hari Jadi Kuningan

spot_img

Kuningan – Semarak peringatan Hari Jadi ke-526 Kuningan semakin terasa dengan digelarnya Festival Panahan Tradisional di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, Minggu (18/8/2024). Sebanyak 153 pemanah dari berbagai daerah beradu ketangkasan dalam lomba ini.

Pj Bupati Kuningan, R Iip Hidajat, turut meramaikan festival dengan menjajal permainan panahan. "Tadi sempat ‘ngaderegdeg’ (tangan bergetar), tapi setelah mencoba sekali malah ingin lagi dan lagi. Ternyata bermain panahan seru juga," ujar Iip usai melesatkan sekitar lima anak panah.

Baca juga:  Museum Replika Restoran Waffle Ini Bikin Pengunjung Antre 6 Bulan!

Serunya Festival Panahan Tradisional Meriahkan Hari Jadi Kuningan

Iip menekankan bahwa Festival Panahan Tradisional ini merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kuningan yang akan jatuh pada tanggal 1 September mendatang. "Panahan tradisional merupakan salah satu kearifan lokal yang harus terus dimunculkan dan kita banggakan. Upaya pelestarian dan pengembangannya sangat penting agar panahan tradisional menjadi identitas dan kebanggaan Kabupaten Kuningan. Sekaligus, ajang ini menjadi wadah pencarian bibit-bibit unggul yang kelak bisa menjadi atlet kebanggaan daerah," tegas Iip.

Baca juga:  Pelaku Pembunuhan Ayah Tiri di Karawang Ditangkap Setelah Empat Hari Bersembunyi

Ketua Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Kuningan, Asep Ramdani, selaku Ketua Panitia Panahan Tradisional, menjelaskan bahwa terdapat lima kategori lomba panahan yang dipertandingkan. Kategori SD dengan jarak tembak 10 meter, SMP dan SMA jarak tembak 20 meter, dan kategori umum dengan jarak 40 meter.

Asep juga membagikan tips bagi para pemanah agar bisa melesatkan anak panah dengan tepat. "Ada beberapa teknik panahan tradisional yang harus dikuasai atlet, terutama dalam hal kuncian jempol dan kekuatan tarikan. Konsentrasi membidik target juga harus fokus. Jika sudah jago memanah di darat, maka bisa naik kelas memanah sambil berkuda. Ini sesuai dengan sunnah Rasul. Kegiatan panahan ini selain menjadi ajang silaturahmi juga kita bisa menjalankan sunnah Rasul agar kita dapat pahala," jelas Asep.

Baca juga:  Joki Jalur Puncak Yang Memeras Wisatawan Mengakui Salah dan Meminta Maaf

Festival Panahan Tradisional ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk melestarikan budaya kearifan lokal dan melahirkan atlet panahan berbakat dari Kabupaten Kuningan.

spot_img

Berita Terpopuler

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Akhirnya Muncul, Kaesang Pangarep Hanya Senyum Saat Ditanya Soal Jet Pribadi

Jakarta | Jabar Pos - Setelah ramai jadi perbincangan publik terkait fasilitas jet pribadi, sehingga banyak pihak mempertanyakan keberadaan dirinya, Kaesang Pangarep, Ketua Umum...

Kaesang Diminta KPK Tunjukkan Bukti Bayar Jet Pribadi Jika Memang Bukan Gratifikasi

Bogor | Jabar Pos - Setelah sebelumnya ramai di media sosial, beredar video pasangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang sedang berpergian ke Amerika...

Ketua Yayasan LBH ‘Kami Ada’ Desak Penyelidikan Menyeluruh Terkait Kasus Kematian Napi di Rutan Depok

Depok | Jabar Pos - Kasus tragis yang menimpa RA, seorang narapidana di Rutan Kelas 1 Depok, mengguncang publik. RA ditemukan tewas dengan sejumlah...

DPR Sepakati PKPU Pilkada, Akomodir Dua Putusan MK

Jakarta, Jabarpos.id - Komisi II DPR RI resmi menyetujui Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pilkada yang mengakomodir dua putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Keputusan...
Berita terbaru
Berita Terkait