Diteror dan Diintimidasi, Keluarga di Cibinong Dipaksa Tinggalkan Rumah Mereka

spot_img

Cibinong | Jabar Pos – Satu keluarga di Komplek Griya Cibinong Indah, Blok K 14, Nanggewer, Kabupaten Bogor, terpaksa menghadapi mimpi buruk saat sekelompok orang memaksa mereka untuk mengosongkan rumah mereka sendiri. Insiden ini tidak hanya diwarnai pemaksaan, tetapi juga ancaman dan dugaan kekerasan terhadap penghuni rumah.

Yulia Susanti (49), pemilik rumah, bersama kedua anaknya, termasuk seorang putra berusia 14 tahun, mengalami trauma mendalam akibat peristiwa ini.

“Setiap ada orang datang, anak saya langsung takut. Trauma ini berat untuk kami, terutama anak saya yang kecil,” ujar Yulia sambil menitikkan air mata, Selasa (14/1/2025) dikutip.

Baca juga:  Penetapan Pemenang Pilbup Bogor Tertunda hingga Maret 2025, Sidang MK Jadi Penentu

Permasalahan Sertifikat dan Pemaksaan Pengosongan

Yulia mengungkapkan, konflik bermula pada 2019 ketika rumahnya berpindah tangan dari pihak BTN ke pihak ketiga tanpa sepengetahuannya. Pada 29 Desember 2024, sekelompok orang yang mengaku sebagai utusan pihak ketiga mendatangi rumah Yulia, memaksa pengosongan properti.

“Mereka bilang ini sudah jadi aset pihak lain. Saya tidak mau menyerahkan begitu saja, tapi rumah saya malah dirantai, pintunya dicopot,” tutur Yulia.

Baca juga:  Intan Raksasa Rp36 Triliun Tak Bawa Berkah

Ancaman dan Ketidakberdayaan Aparat Desa

Tidak hanya sekali, kelompok tersebut kembali mendatangi rumah Yulia pada beberapa kesempatan. Salah satu kunjungan, menurut Yulia, berlangsung dengan gaya intimidasi yang menyerupai tindakan premanisme.

“Hari Minggu kejadian pertama, Senin ada lagi yang datang, mereka foto rumah saya, seperti ingin menunjukkan kekuasaan,” kata Yulia.

Sayangnya, perlindungan dari aparat desa dinilai kurang maksimal. “Pihak desa hanya datang melihat, tidak ada tindakan nyata untuk melindungi saya dan keluarga,” tambahnya.

Baca juga:  Presiden Terpilih Prabowo Subianto Tantang Rudy Susmanto, Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Bogor

Akibat tekanan dan ancaman yang terus terjadi, kondisi psikologis anak-anak Yulia terdampak signifikan. Ketakutan terhadap kehadiran orang asing semakin parah setiap harinya.

“Saya hanya ingin sertifikat rumah saya kembali. Ini rumah kami, dan tidak ada masalah dengan cicilan,” tegas Yulia.

Yulia berharap adanya perhatian dari pihak berwenang, baik pemerintah daerah maupun aparat hukum, untuk menuntaskan kasus ini.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait