Jabarpos.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) angkat bicara terkait kabar perubahan jajaran pengurus PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Bank BUMN ini dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 4 Agustus 2025 mendatang.
Isu yang beredar kencang menyebutkan RUPSLB tersebut akan membahas penggantian Direktur Utama Bank Mandiri, yang saat ini dijabat oleh Darmawan Junaidi. Nama Wakil Direktur Utama Bank Mandiri saat ini, Riduan, santer dikabarkan sebagai kandidat pengganti.

Menanggapi rumor tersebut, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengaku belum mengetahui kepastiannya dan meminta semua pihak untuk menunggu hasil RUPSLB. "Waduh, aku nggak tahu, nanti tunggu aja RUPS-nya," ujar Pandu saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (23/7/2025). Ketika ditanya lebih lanjut mengenai potensi pergantian direktur utama, Pandu hanya memberikan senyuman.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga memilih untuk tidak berkomentar ketika ditanya mengenai isu yang sama.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Bank Mandiri menyatakan bahwa agenda yang akan diputuskan dalam RUPSLB adalah terkait dengan perubahan susunan pengurus. "Berdasarkan Pasal 11 ayat (10) dan Pasal 14 ayat (12) Anggaran Dasar Perseroan, para anggota Direksi dan Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dimana dalam RUPS tersebut dihadiri dan keputusannya harus disetujui oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna," demikian pernyataan Bank Mandiri.
Sebelumnya, Bank Mandiri telah melakukan perombakan jajaran pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Maret 2025. Dua bankir Bank Mandiri, Rohan Hafas dan Agus Dwi Handaya, ditunjuk menjadi pengurus BPI Danantara, sementara Darmawan Junaidi tetap menjabat sebagai direktur utama.
Dalam RUPST tersebut, terjadi pergantian pada posisi wakil direktur utama, dari Alexandra Askandar kepada Riduan. Selain itu, Novita Widya Anggraini dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Ari Rizaldi dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk juga bergabung dalam jajaran direksi. Secara keseluruhan, Bank Mandiri memberhentikan 8 komisaris dan mengangkat 4 komisaris baru, sehingga jumlah komisaris berkurang dari 10 menjadi 6 orang. Sementara itu, dari 12 direksi, Bank Mandiri memberhentikan dan mengangkat masing-masing 6 anggota.





