Beranda / Berita / Siap-siap! Harga Minyak Bakal Anjlok Drastis? Ini Kata Goldman Sachs

Siap-siap! Harga Minyak Bakal Anjlok Drastis? Ini Kata Goldman Sachs

Siap-siap! Harga Minyak Bakal Anjlok Drastis? Ini Kata Goldman Sachs

jabarpos.id, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia perminyakan. Goldman Sachs, bank investasi raksasa, memprediksi harga minyak mentah Brent akan mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level US$50-an per barel pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada perkiraan meningkatnya surplus minyak global mulai tahun depan.

Menurut catatan Goldman Sachs yang dikutip jabarpos.id dari Reuters, surplus minyak diperkirakan akan melebar menjadi rata-rata 1,8 juta barel per hari pada kuartal keempat tahun 2025 hingga 2026. Hal ini berpotensi menyebabkan lonjakan stok global hingga hampir 800 juta barel pada akhir tahun 2026.

Baca juga:  Emas Meroket Tak Terbendung Tembus Angka Ini
Siap-siap! Harga Minyak Bakal Anjlok Drastis? Ini Kata Goldman Sachs
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Bank investasi tersebut juga memperkirakan bahwa stok minyak di negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) akan mencapai sepertiga dari total stok global, atau sekitar 270 juta barel pada tahun 2026. Penurunan permintaan di negara-negara OECD diperkirakan akan semakin menekan nilai wajar Brent dari level saat ini di pertengahan US$70-an.

Baca juga:  OJK dan DPR Siap Bahas Aturan Free Float Saham, Investor Siap-Siap?

Goldman Sachs memperkirakan harga Brent akan tetap mendekati harga kontrak berjangka selama sisa tahun 2025. Namun, harga diperkirakan akan lebih rendah pada tahun berikutnya karena peningkatan stok OECD semakin cepat.

Meskipun demikian, Goldman Sachs juga menyoroti potensi percepatan pertumbuhan stok China menjadi 0,8 juta barel per hari dari 0,4 juta barel per hari pada tahun ini. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan rata-rata harga Brent 2026 sebesar US$6 per barel dibandingkan dengan perkiraan awal bank, menjadi US$62.

Baca juga:  OTT di Kalimantan Selatan, KPK Tetapkan Total 7 Tersangka

Sebagai informasi tambahan, kontrak berjangka minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar US$67 per barel di awal perdagangan Asia pada hari Rabu. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada US$63.