Beranda / Berita / Harga Minyak Dunia Anjlok! Ada Apa dengan Pasar?

Harga Minyak Dunia Anjlok! Ada Apa dengan Pasar?

Harga Minyak Dunia Anjlok! Ada Apa dengan Pasar?

Jabarpos.id – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada Selasa (21/10/2025), memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Sentimen negatif ini dipicu oleh potensi kelebihan pasokan global dan prospek permintaan yang melemah akibat tensi antara Amerika Serikat dan China.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.50 WIB, harga minyak mentah Brent berada di US$60,83 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di US$57,22 per barel. Penurunan ini melanjutkan tren negatif dalam sepekan terakhir, di mana Brent telah melemah sekitar 2,3%.

Baca juga:  Investor Asing Siap Serbu RI? Ada Syaratnya!
Harga Minyak Dunia Anjlok! Ada Apa dengan Pasar?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Memanasnya hubungan AS-China menjadi salah satu faktor utama. Harapan Presiden Trump untuk mencapai "kesepakatan dagang yang adil" dengan China masih terganjal isu tarif, akses pasar, dan teknologi. Pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan pekan depan dinantikan, namun hasilnya belum bisa dipastikan.

Dari sisi fundamental, ekspektasi peningkatan stok minyak mentah AS juga menekan harga. Survei awal Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah Negeri Paman Sam meningkat, menjelang rilis laporan resmi dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA).

Baca juga:  IHSG Terbang Tinggi? Bos BEI Ungkap Faktor Penentu

Gangguan pasokan dari Rusia juga menambah kerumitan. Kilang Novokuibyshevsk milik Rosneft dilaporkan menghentikan operasi setelah diserang drone. Serangan lain juga menghantam fasilitas gas Orenburg, memaksa Kazakhstan mengurangi produksi.

Ancaman Presiden Trump terhadap India, pembeli terbesar minyak diskon Rusia, menambah ketidakpastian. Trump memperingatkan India bisa menghadapi tarif besar jika tak menghentikan impor dari Moskow.

Baca juga:  Pengganti Sri Mulyani Buka Suara: Investor Bisa Bernapas Lega?

Lembaga International Energy Agency (IEA) memperkirakan pasar minyak dunia bisa mengalami surplus hampir 4 juta barel per hari pada 2026. Peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ dan produsen non-OPEC menjadi pemicu, di tengah proyeksi permintaan yang lemah. Jabarpos.id mencatat, situasi ini membuat pasar minyak global semakin tidak menentu.