close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.6 C
Jakarta
Sabtu, Februari 28, 2026

Warren Buffett Ogah Ikut Demam Emas, Ada Apa?

spot_img

Jabarpos.id – Harga emas menggila, melonjak lebih dari 65% sejak awal tahun dan hampir menyentuh Rp72,1 juta per ons. Di tengah euforia ini, investor legendaris Warren Buffett justru memilih untuk tidak ikut-ikutan. Kenapa?

Lonjakan harga emas, seperti dilansir International Business Times, didorong oleh pembelian besar-besaran oleh investor dan bank sentral. Faktor-faktor seperti inflasi tinggi, ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, dan volatilitas pasar saham membuat emas semakin diminati sebagai aset "safe haven".

Warren Buffett Ogah Ikut Demam Emas, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, bagi Warren Buffett, emas bukanlah pilihan investasi jangka panjang yang ideal. Dalam suratnya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 2011, Buffett menyebut emas sebagai aset yang "tidak banyak berguna dan tidak produktif". Menurutnya, emas tidak menghasilkan arus kas atau menciptakan nilai seiring berjalannya waktu.

Baca juga:  Terkuak Rp2.509 T Kredit Bank Menganggur Ini Penyebabnya

Buffett, yang dikenal sebagai "Oracle of Omaha", lebih memilih aset yang mampu menghasilkan pendapatan dan tumbuh secara berkelanjutan. Baginya, emas hanyalah cara untuk "ikut serta dalam ketakutan", karena harganya sangat bergantung pada sentimen pasar.

Meskipun demikian, Buffett sempat membuat kejutan pada tahun 2020 ketika Berkshire Hathaway membeli saham Barrick Gold, perusahaan tambang emas raksasa, senilai US$565 juta. Namun, investasi ini hanya berumur pendek. Pada akhir tahun yang sama, Berkshire menjual seluruh sahamnya di Barrick.

Baca juga:  jabarpos.id, Jakarta - Kementerian BUMN melalui BPI Danantara tengah merencanakan penggabungan Garuda Indonesia dengan Pelita Air. Rencana ini menuai perhatian dari Komisi VI DPR RI yang khawatir merger tersebut justru merusak kinerja Pelita Air yang dinilai sudah baik.

Di sisi lain, sejumlah analis dan pengelola hedge fund justru menyarankan investor untuk menambah alokasi emas dalam portofolio mereka. Kepala Investasi Morgan Stanley, Mike Wilson, bahkan merekomendasikan alokasi hingga 20% sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, juga menekankan peran defensif emas dalam melindungi investor dari pasar yang tidak sehat akibat tingginya utang. Ia menyarankan alokasi sebesar 10% hingga 15%.

David Schlesser dari VanEck bahkan memprediksi harga emas bisa menembus US$5.000 per ons pada tahun 2026, seiring dengan kenaikan harga bitcoin. Menurutnya, keduanya adalah aset penyimpan nilai terdesentralisasi yang tidak bergantung pada pemerintah mana pun.

Baca juga:  Bakrie Kuasai Penuh Tol Cimanggis Cibitung Ini Rencana Besarnya

Secara keseluruhan, pandangan skeptis Buffett terhadap emas didasarkan pada sifatnya yang tidak produktif dan tidak menghasilkan pendapatan. Ia meyakini bahwa kekayaan jangka panjang hanya bisa dibangun melalui aset yang memberikan arus kas dan tumbuh nilainya dari waktu ke waktu.

Meskipun kenaikan harga emas menarik minat banyak investor, Buffett berpendapat bahwa logam mulia tersebut sebaiknya hanya digunakan sebagai lindung nilai, bukan sebagai pengganti strategi investasi berbasis nilai.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait