Di tengah gempuran merek perkakas global, nama Krisbow telah lama dikenal sebagai salah satu pilihan utama bagi para profesional maupun penggemar DIY di Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik merek yang identik dengan kualitas dan ketahanan ini tersimpan sebuah kisah menarik, terutama mengenai asal-usul namanya. Menurut informasi yang dihimpun jabarpos.id, Krisbow bukanlah sekadar rangkaian huruf acak, melainkan sebuah akronim dari nama seseorang yang memiliki peran sentral dalam sejarahnya.
Merek perkakas yang lahir pada tahun 1998 ini ternyata merupakan singkatan dari ‘Krisnandi Wibowo’. Krisnandi Wibowo sendiri adalah putra dari Wong Jin, sosok visioner di balik berdirinya Kawan Lama Group, sebuah konglomerasi ritel dan industri terkemuka di Indonesia.

Kisah sukses Kawan Lama Group bermula dari sebuah toko perkakas sederhana di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Pada tahun 1955, Wong Jin mendirikan toko ‘Kawan Lama’ yang hanya berukuran 3×3 meter persegi. Dari sinilah, fondasi sebuah imperium bisnis mulai diletakkan, tumbuh dari semangat kewirausahaan yang gigih.
Meski dimulai dari skala kecil, toko Kawan Lama menunjukkan potensi besar. Tongkat estafet kepemimpinan kemudian beralih ke tangan Kuncoro Wibowo, putra Wong Jin lainnya, yang juga dikenal sebagai Wong Jit Khioen. Kuncoro, yang telah lama membantu ayahnya, mempersiapkan diri dengan matang. Ia mengasah kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin, serta keahlian negosiasi dengan pemasok internasional. Pendidikan di London Business School pada tahun 1977 semakin memantapkan kesiapannya. Ketika Wong Jin wafat pada 1981, Kuncoro telah sepenuhnya siap untuk memimpin dan mengembangkan perusahaan.
Di bawah kepemimpinan Kuncoro, Kawan Lama mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan. Ia memperkenalkan berbagai modernisasi dan menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan asing. Ekspansi ini turut didukung oleh iklim usaha yang kondusif di Indonesia kala itu, terutama di era pemerintahan Presiden Soeharto yang mengutamakan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini memungkinkan banyak perusahaan, termasuk Kawan Lama, untuk berkembang pesat.
Memasuki era 1980-an, Kawan Lama bertransformasi menjadi PT Kawan Lama Sejahtera, membuka banyak cabang, dan merambah berbagai lini bisnis baru. Diversifikasi ini melahirkan merek-merek populer seperti Kaeser (1991), ACE Hardware (1995), dan puncaknya, Krisbow pada tahun 1998. Hingga kini, Kawan Lama Group telah menjelma menjadi raksasa ritel dengan lebih dari 30 merek usaha dan mengelola lebih dari 1.200 toko di seluruh Indonesia. Selain Krisbow, beberapa merek lain yang tak kalah dikenal adalah Informa untuk furnitur dan Chattime untuk minuman.
Kisah Krisbow dan Kawan Lama Group adalah cerminan dari visi, ketekunan, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Dari sebuah toko kecil di Glodok, kini mereka berdiri sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia, membuktikan bahwa merek lokal mampu bersaing dan bahkan memimpin di pasar global.





