Beranda / Berita / Rupiah Terkapar di Level Rp16.700, Ada Apa dengan Bank Raksasa?

Rupiah Terkapar di Level Rp16.700, Ada Apa dengan Bank Raksasa?

Rupiah Terkapar di Level Rp16.700, Ada Apa dengan Bank Raksasa?

Jabarpos.id – Rupiah terus merana hingga menyentuh angka Rp16.700 per dolar AS. Rupiah tertekan, saham perbankan lesu, apa yang sebenarnya terjadi? Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, mengungkapkan bahwa penguatan saham sektor perbankan yang sempat terjadi didorong oleh pertumbuhan laba bersih dan harga saham yang dianggap murah. Namun, saat ini laba bersih bank-bank besar di Indonesia sedang mengalami tekanan, membuat investor asing kurang tertarik.

Baca juga:  Garuda Indonesia Pertimbangkan Direktur Keuangan Asing? Ini Kata Bos

Kondisi serupa juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), di mana terjadi arus keluar modal asing (outflow). Meskipun investor institusi lokal masih menjadi penopang dengan berinvestasi pada obligasi pemerintah, hal ini belum cukup kuat untuk menahan pelemahan Rupiah. Bank Indonesia (BI) pun terpaksa menggunakan cadangan devisa untuk menjaga nilai tukar Rupiah.

Baca juga:  Polda Metro Kerahkan 5.000 Personel Amankan Agenda Pelantikan Anggota DPR/MPR RI
Rupiah Terkapar di Level Rp16.700, Ada Apa dengan Bank Raksasa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menghadapi situasi pasar yang penuh tantangan ini, Panin AM menerapkan sejumlah strategi investasi. Untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income), mereka memilih investasi jangka panjang. Saat imbal hasil (yield) obligasi turun di bawah 6%, mereka melakukan aksi ambil untung (profit taking). Sementara itu, untuk investasi saham, mereka lebih berhati-hati, terutama dalam mempertimbangkan valuasi.

Baca juga:  Imbas Penataan Kawasan Wisata Puncak, Warpat Akan Lapor ke Ombudsman

Lantas, bagaimana prospek saham, SBN, dan reksa dana di tengah pelemahan Rupiah dan berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri? Simak selengkapnya dalam dialog Andi Shalini dengan Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, di Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum’at, 07/11/2025).