UMKM Jerit, Banjir Produk China Bikin Utang Menggunung?

spot_img

JABARPOS.ID, Jakarta – Menteri UMKM, Maman Abdurahman, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait dampak negatif serbuan barang impor ilegal dari China terhadap kinerja UMKM di tanah air. Ia menyebutkan bahwa fenomena ini menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kredit macet di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Maman menjelaskan, UMKM yang telah mendapatkan akses pembiayaan kesulitan menjual produk mereka karena pasar dibanjiri barang impor ilegal asal China yang harganya tidak masuk akal. Kondisi ini berujung pada ketidakmampuan UMKM membayar pinjaman, yang tercermin dari tingginya rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

Baca juga:  Nangka, Buah Manis yang Antarkan Anak Slamet Raih Gelar Sarjana
UMKM Jerit, Banjir Produk China Bikin Utang Menggunung?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kenapa NPL bisa tinggi? Karena UMKM yang dapat pembiayaan tidak mampu menjual barangnya. Barang-barang di pasar dipenuhi impor dari Cina yang harganya luar biasa, nggak masuk akal," ujar Maman usai acara Indonesia Economy Outlook CNN Indonesia, Menara Bank Mega, Senin (2/3/2026).

Pihaknya berencana menggandeng berbagai institusi terkait untuk mensterilkan pasar dari barang impor ilegal. Data yang dimilikinya menunjukkan selisih yang sangat besar antara ekspor ke China dan impor dari China.

Baca juga:  IHSG Sentuh 9000 Ini Pilihan Sahamnya

Menurut Maman, masalah ini bukan sekadar masalah pasar yang becek karena barang impor ilegal. Dampaknya sangat luas, membuat UMKM yang telah mendapatkan bantuan pembiayaan, stimulus, dan insentif tidak mampu menjual produk mereka.

Kondisi ini berdampak pada kredit macet, yang pada akhirnya menimbulkan masalah sosial bagi para debitur UMKM. Maman menekankan pentingnya melihat UMKM secara holistik, dari hulu hingga hilir, karena semua aspek saling terkait.

Baca juga:  Unit Link dan Asuransi Umum Dikecualikan dari Penjaminan Polis? Begini Kata Pelaku Industri

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan kualitas kredit UMKM semakin memburuk di awal tahun ini. NPL UMKM mencapai 4,6% per Januari 2026, meningkat dari 4,33% pada Desember 2025. Angka ini jauh di atas rata-rata NPL industri perbankan yang berada di kisaran 2%.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait