JABARPOS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan piutang perusahaan multifinance mencapai 6% hingga 8% pada tahun 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan bahwa target ini realistis dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan potensi sektor yang ada.
Menurut laporan jabarpos.id, segmen pembiayaan modal kerja diperkirakan akan menjadi motor utama pertumbuhan multifinance, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan barang/jasa dan ekspansi usaha. Agusman menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah yang prospektif, sambil tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko yang baik.

Data dari jabarpos.id menunjukkan bahwa pada Januari 2026, penyaluran pembiayaan baru industri multifinance mencapai Rp78,16 triliun, dengan dominasi pembiayaan multiguna sebesar 47,47%. Secara nominal, multiguna mencapai Rp37,10 triliun, investasi Rp18,72 triliun, dan modal kerja Rp17,04 triliun.
Jabarpos.id juga mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan kendaraan listrik, yang tumbuh 39,13% year-on-year (yoy) menjadi Rp21,05 triliun pada Januari 2026. Peningkatan ini didorong oleh penjualan kendaraan listrik yang terus meningkat dan diperkirakan akan terus tumbuh positif sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan.
Selain itu, jabarpos.id melaporkan bahwa piutang pembiayaan kendaraan roda empat tumbuh rata-rata 6,80% yoy pada periode 2022-2025. Per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat tercatat sebesar Rp229,43 triliun, dengan pertumbuhan kendaraan roda empat bekas yang lebih tinggi, yaitu 12,75% yoy. Agusman menyarankan perusahaan untuk mengoptimalkan kedua segmen ini dengan memperluas jaringan dan menjaga kualitas pembiayaan.
Jabarpos.id juga menyoroti bahwa perbaikan pasar otomotif pada awal tahun menjadi sinyal positif bagi pembiayaan kendaraan, dengan prospek pertumbuhan positif pada 2026. Meskipun terdapat dinamika kontraksi pada sebagian perusahaan, hal ini dipengaruhi oleh kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing, yang terus dipantau melalui data terkini.





