Jabarpos.id – Setelah padel, kini giliran Hyrox, sebuah fenomena olahraga baru yang berpotensi besar mengguncang Indonesia. Popularitas Hyrox meroket usai mantan pesepakbola Irfan Bachdim mencetak rekor di HYROX Hongkong 2024 dan idola K-Pop Choi Minho menjuarai HYROX Taipei 2026.
Hyrox, yang memadukan lari dengan latihan kekuatan dan fungsional, bukanlah hal baru, namun kini semakin digandrungi. Formatnya yang seragam di seluruh dunia, dengan 8 kali lari 1 km diselingi 8 stasiun workout menantang, membuat peserta merasa terhubung dalam komunitas global.

Promosi masif di media sosial menjadikan Hyrox sebagai ajang yang estetik dan dramatis. Video sled push, arena penuh musik, dan papan leaderboard membanjiri lini masa, menjadi identitas digital para pesertanya.
Omzet bisnis Hyrox global mencapai US$140 juta (Rp2,34 triliun) dengan ekosistem industri yang menjanjikan. Potensi cuan juga datang dari lisensi gym dan pelatihan, yang bisa mencapai £84 juta (Rp1,6 triliun) per tahun.
Di Indonesia, animo masyarakat untuk ngegym sudah tinggi, dengan 8.156 gym dan fitness center baru pada 2020. Tantangan ke depan adalah menjadikan Hyrox lebih inklusif dan berkeadilan sosial, agar dapat diakses oleh semua kalangan.





