Presiden Prabowo Minta Rakyat Indonesia Lakukan Ini, Ada Apa?

spot_img

Jabarpos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kabinet Indonesia Maju untuk mengkaji ulang berbagai kebijakan penghematan, termasuk konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penerapan Work From Home (WFH). Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi dampak berkelanjutan dari konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian global. Instruksi tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Kebijakan ini mengingatkan pada era Presiden Soeharto pada tahun 1986, ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi akibat penurunan harga minyak dunia. Saat itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) mengalami penurunan sekitar 7%. Indonesia, yang sebelumnya menikmati keuntungan dari ekspor minyak, menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas.

Baca juga:  OJK Blokir 6.400 Rekening Terkait Judi Online
Presiden Prabowo Minta Rakyat Indonesia Lakukan Ini, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut sejarawan Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam buku "Ekonomi Indonesia 1800-2010" (2012), perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan perdagangan dan investasi, peningkatan utang, serta tantangan fiskal besar akibat penurunan pendapatan minyak menjadi masalah utama saat itu.

Menghadapi situasi tersebut, Presiden Soeharto mengimbau seluruh masyarakat, termasuk pejabat sipil, militer, dan warga sipil, untuk hidup hemat dan sederhana. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecemburuan sosial dan mempermudah upaya perbaikan ekonomi.

Baca juga:  Cirebon Diprediksi Berawan Sepanjang Hari Kamis, 15 Agustus 2024

Selain imbauan hidup hemat, Soeharto juga melakukan efisiensi di tubuh pemerintahan, seperti penyederhanaan prosedur investasi dan pengetatan prioritas anggaran untuk mencegah kebocoran dan pemborosan.

Namun, imbauan hidup hemat tidak selalu efektif. Filsuf Franz Magnis-Suseno menyoroti bahwa imbauan presiden seringkali tidak diindahkan oleh para pejabat dan orang kaya yang tetap gemar gaya hidup mewah.

Baca juga:  DVLA Tebar Dividen Gede, Investor Auto Sumringah!

Meskipun demikian, langkah deregulasi dan reformasi ekonomi yang dijalankan Soeharto berhasil menahan guncangan ekonomi akibat jatuhnya harga minyak. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai stabil menjelang akhir 1980-an, dengan rata-rata 5,5% pada periode 1986-1988. Ketergantungan pada penerimaan migas juga berkurang seiring meningkatnya ekspor dan investasi.

Kini, Presiden Prabowo mengambil langkah serupa, mengingat potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dan kondisi ekonomi global. Langkah-langkah penghematan dan efisiensi diharapkan dapat membantu Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang mungkin timbul.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait