Bogor | Jabar Pos – Insiden bentrokan antar-suporter sepak bola kembali mencoreng dunia olahraga Indonesia. Kali ini, dua kubu suporter terlibat keributan di Rest Area KM 41 Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) pada Minggu malam (12/1/2025). Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan korban luka, tetapi juga merusak dua unit bus wisata.
Viral di Media Sosial
Momen bentrokan ini terekam dalam video amatir yang kemudian viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat beberapa suporter turun dari bus dan bahkan menyalakan petasan. Di sisi lain, sekelompok orang di bahu jalan tol tampak memantau situasi, hingga akhirnya terlibat aksi saling serang.
Keributan tersebut menyebabkan kemacetan panjang hingga 6 kilometer di Tol Jagorawi, tepatnya dari KM 27 arah Jakarta.
Pemicu Bentrokan
Kericuhan terjadi usai laga Persita Tangerang melawan PSIS Semarang di Stadion Pakansari, Bogor. Berdasarkan aturan, pertandingan tersebut seharusnya tidak dihadiri oleh suporter PSIS. Namun, sejumlah suporter nekat datang dan mencoba masuk ke stadion.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, menjelaskan bahwa pihak kepolisian sempat menghalau dan mengawal suporter PSIS hingga pintu tol. Namun, para suporter tidak langsung kembali ke Semarang dan justru berhenti di Rest Area KM 21 untuk menunggu kiriman makanan.
“Ketika suporter Persita kembali dan bertemu mereka di lokasi, bentrokan pun tidak dapat dihindari,” ujar AKBP Rio, Senin (13/01/2025) dikutip.
Korban Luka dan Kerusakan
Empat orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat lemparan batu dan jatuh saat berusaha melarikan diri. Mereka langsung dibawa ke RS Cibinong untuk mendapatkan perawatan.
Selain itu, dua unit bus yang mengangkut suporter PSIS mengalami kerusakan parah. Kaca-kaca jendela di kedua sisi bus hancur akibat amukan massa. Sopir bus, Septian, mengaku sudah mencurigai potensi bentrokan tersebut saat suporter memaksa berhenti di rest area.
“Awalnya mereka bilang ingin istirahat menunggu makanan, tapi saya sudah merasa gelisah karena waktunya bersamaan dengan bubarnya pertandingan,” kata Septian.
Polres Bogor segera turun tangan untuk mengamankan situasi. Sebanyak 103 suporter PSIS diamankan karena diduga terlibat aksi sweeping terhadap suporter Persita. Hingga saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor.
“Kami masih menyelidiki lebih lanjut motif bentrokan ini. Harapan kami, insiden serupa tidak terulang di masa depan,” pungkas Kapolres. (Edh)