jabarpos.id Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan laba signifikan pada semester I tahun 2025. Laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 8,13 triliun, merosot 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp 9,53 triliun.
Padahal, pendapatan bersih UNTR justru mengalami kenaikan sebesar 6,2% secara tahunan, mencapai Rp 68,5 triliun dari sebelumnya Rp 64,5 triliun, seperti yang dilaporkan jabarpos.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan beban pokok pendapatan menjadi penyebab utama penurunan laba ini. Beban pokok pendapatan hingga Juni 2025 naik menjadi Rp 53,6 triliun dari Rp 47,6 triliun pada Juni 2024. Akibatnya, laba kotor UNTR mengalami penurunan menjadi Rp 14,8 triliun dari sebelumnya Rp 16,8 triliun.
Meskipun terdapat penurunan pada beban penjualan menjadi Rp 484,3 triliun dan kenaikan pada pendapatan lain-lain bersih menjadi Rp 837 miliar serta penghasilan keuangan menjadi Rp 613,2 miliar, hal ini tidak mampu mengkompensasi kenaikan beban pokok pendapatan. Beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan menjadi Rp 2,7 triliun, sementara biaya keuangan turun menjadi Rp 1,33 triliun dan beban laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama menjadi Rp 694,9 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp 11 triliun dari Rp 12,7 triliun pada Juni 2024. Setelah dikurangi pajak penghasilan yang turun menjadi Rp 2,6 triliun, laba periode berjalan per Juni 2025 turun menjadi Rp 8,3 triliun dari Rp 9,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total aset UNTR hingga semester I tahun 2025 mengalami peningkatan menjadi Rp 174,9 triliun, naik dibandingkan akhir tahun 2024 yang mencapai Rp 169,4 triliun.





