Beranda / Berita / Kimia Farma Lepas Aset Gede-gedean, Ada Apa Gerangan?

Kimia Farma Lepas Aset Gede-gedean, Ada Apa Gerangan?

Kimia Farma Lepas Aset Gede-gedean, Ada Apa Gerangan?

Jabarpos.id, Jakarta – PT Kimia Farma Tbk (KAEF), perusahaan farmasi pelat merah, tengah bersiap melakukan penjualan aset besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, nilai aset yang akan dilepas mencapai Rp2,1 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan demi menjaga keberlangsungan bisnis.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan aset ini akan dilakukan secara bertahap. Satu aset senilai Rp347 miliar direncanakan akan dilepas pada Desember 2025. Sementara itu, 37 aset lainnya dengan nilai total Rp1,8 triliun akan dijual dalam rentang waktu 2026 hingga 2029.

Baca juga:  Harga Aluminium Terbang Tinggi, Pengusaha Ini Ketiban Durian Runtuh!
Kimia Farma Lepas Aset Gede-gedean, Ada Apa Gerangan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Manajemen KAEF terus berupaya mendongkrak kinerja keuangan perusahaan melalui perbaikan fundamental dan efisiensi. Upaya ini mulai membuahkan hasil, tercermin dari kinerja positif yang diraih pada semester I-2025.

Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan gross margin dan penurunan beban usaha pada semester I-2025. Laporan keuangan yang telah ditinjau terbatas oleh auditor independen menunjukkan bahwa gross margin KAEF meningkat menjadi 35,7%, lebih tinggi dibandingkan semester I-2024 yang sebesar 30,3%.

Baca juga:  Jabarpos.id - Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan meroketnya harga minyak, strategi "Cash is The King" kembali mencuat sebagai opsi investasi yang menarik. Para pelaku pasar, termasuk Manajer Investasi (MI), kini berlomba-lomba meningkatkan porsi tunai dalam portofolio mereka.

Selain itu, beban usaha KAEF pada semester I-2025 juga berhasil ditekan sebesar 14,3% menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, KAEF berhasil memangkas kerugian pada semester I-2025 sebesar 56,6% menjadi Rp135,6 miliar, dibandingkan dengan semester I-2024 yang mencatatkan kerugian sebesar Rp312,2 miliar.