Jabarpos.id, Jakarta – Singapura, negara tetangga yang sering menjadi tujuan investasi pengusaha Indonesia, menyimpan kisah menarik tentang seorang konglomerat asal Indonesia yang namanya justru sangat dihormati di sana. Bahkan, namanya diabadikan menjadi nama jalan dan gedung. Siapakah dia?
Dialah Oei Tiong Ham, seorang pengusaha kelahiran Semarang yang dulunya menguasai kerajaan bisnis gula bernama Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Jabarpos.id melansir, Oei Tiong Ham bahkan disebut-sebut pernah menguasai seperempat wilayah Singapura atau sekitar 182 km² dari total luas 728,6 km².

Bagaimana bisa seorang pengusaha Indonesia begitu berjaya di Singapura?
Oei Tiong Ham mewarisi perusahaan bernama Kian Gwan dari ayahnya. Di bawah kepemimpinannya, Kian Gwan berkembang pesat, memonopoli pasar gula di Jawa, dan kemudian berekspansi ke berbagai negara, termasuk Singapura. Kekayaannya diperkirakan mencapai 200 juta gulden, atau setara dengan Rp 43,4 triliun jika dikonversikan ke nilai sekarang.
Namun, kesuksesan Oei Tiong Ham justru menjadi masalah baginya. Pemerintah kolonial Hindia Belanda menagih pajak yang sangat besar, yang dianggapnya sebagai pemerasan. Untuk menghindari pajak yang memberatkan, Oei Tiong Ham memutuskan untuk pindah dan menetap di Singapura pada tahun 1920.
Di Singapura, Oei Tiong Ham membeli banyak tanah dan properti, hingga menguasai seperempat wilayah negara tersebut. Ia juga membeli perusahaan pelayaran dan menjadi pemilik saham di Overseas Chinese Bank (OCB), yang kini dikenal sebagai OCBC. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan menyumbang untuk pembangunan berbagai fasilitas publik.
Sayangnya, setelah Oei Tiong Ham meninggal pada tahun 1924, bisnisnya mulai meredup. Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia menuntut OTHC atas dugaan pelanggaran valuta asing dan menyita seluruh aset perusahaan. Aset tersebut kemudian digunakan sebagai modal untuk mendirikan BUMN tebu bernama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
Meskipun bisnisnya telah lama hilang, nama Oei Tiong Ham tetap dikenang di Singapura. Gedung Oei Tiong Ham berdiri megah di National University of Singapore, dan jalan Oei Tiong Ham Park menjadi saksi bisu kejayaannya di masa lalu. Kisah Oei Tiong Ham adalah bukti bahwa kesuksesan bisa diraih di mana saja, bahkan di negeri orang.





