Jabarpos.id – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan perkebunan sawit milik pengusaha Haji Isam, memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kinerja perusahaan selama semester pertama tahun 2024. Penjelasan ini diberikan setelah BEI mengajukan sejumlah pertanyaan terkait peningkatan kinerja dan kontrak usaha terbaru perusahaan.
Direktur JARR, Temmy Iskandar, dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp2 triliun hingga 30 Juni 2024, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata produk utama seperti Fatty Acid Methyl Ester (FAME), Crude Glycerine (CG), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), dan minyak goreng.

Kenaikan pendapatan ini juga berdampak positif pada rasio laba kotor, yang meningkat dari 10,2% pada Juni 2023 menjadi 14,7% pada Juni 2024. Temmy menjelaskan bahwa penurunan Harga Pokok Penjualan (HPP) dari 89,78% menjadi 85,30% juga berkontribusi pada peningkatan laba kotor. Penurunan HPP ini didukung oleh peningkatan kontribusi produksi Crude Palm Oil (CPO) internal menjadi 18-19% dari total kebutuhan, dibandingkan 15-16% pada tahun sebelumnya.
Dari sisi arus kas, JARR mencatat posisi kas dan setara kas sebesar Rp543 miliar pada semester I-2024, naik Rp291 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh restitusi pajak tahun 2022 senilai Rp307 miliar yang diterima pada tahun 2024.
Piutang usaha JARR kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengalami penurunan signifikan dari Rp325 miliar menjadi Rp33 miliar, akibat perubahan skema alokasi penyaluran FAME. Sebaliknya, piutang dari mitra usaha seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Andifa Perkasa Energi meningkat seiring dengan kenaikan harga jual produk.
Di sisi liabilitas, JARR mencatat utang usaha sebesar Rp45,6 miliar kepada PT Agrinas Palma Nusantara, yang baru muncul pada tahun 2024 seiring dengan pembelian CPO.
Emiten ini juga memiliki fasilitas pinjaman bank dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan total Rp1,82 triliun berbunga 6,8%, terdiri dari jangka pendek Rp92,25 miliar dan jangka panjang Rp1,73 triliun.
Lebih lanjut, Temmy mengungkapkan bahwa JARR telah meraih kontrak senilai Rp1,6 triliun dengan PT Pertamina Patra Niaga, yang berlaku untuk periode Januari-Desember 2023, dengan area distribusi ke wilayah Wayame. Kontrak ini tidak memiliki opsi perpanjangan otomatis, namun dapat diperbarui setiap tahun dengan nilai yang berbeda.





