Jabarpos.id, Jakarta – Rupiah masih berjuang di tengah tekanan global, namun secercah harapan muncul dari sinyal yang dinantikan para investor. Ekonom CNBC Indonesia, Maesaroh, mengungkapkan bahwa petunjuk positif dari Bank Sentral AS (The Fed) terkait potensi pemangkasan suku bunga acuan (Fed Funds Rate/FFR) dapat menjadi katalis positif bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia.
Menurut Maesaroh, pasar berharap The Fed akan mulai menurunkan suku bunga acuannya pada akhir tahun 2025. Langkah ini diperkirakan akan memicu arus modal asing masuk ke pasar domestik, yang pada gilirannya akan mendorong penguatan nilai tukar Rupiah.

Selain faktor eksternal, rilis data makroekonomi Indonesia yang solid serta dampak positif dari stimulus ekonomi dan insentif pajak yang digelontorkan pemerintah juga diharapkan dapat menjadi pendorong tambahan bagi penguatan Rupiah.
Namun, tantangan tetap ada. Stabilitas Rupiah membutuhkan strategi jitu dari otoritas moneter dan pemerintah. Bagaimana langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga Rupiah tetap perkasa? Maria Katarina membahasnya secara mendalam bersama Ekonom CNBC Indonesia, Maesaroh, dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia (Jumat, 26/09/2025).




