Jabarpos.id, Jakarta – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII). Konglomerasi otomotif ini berencana menggelontorkan dana hingga Rp 2 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Aksi korporasi ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham ASII di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Manajemen Astra dalam keterbukaan informasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/11) menegaskan bahwa buyback ini tidak akan mengganggu kinerja keuangan perusahaan. Dana yang digunakan sepenuhnya berasal dari kas internal. Mereka meyakini bahwa modal dan arus kas perusahaan saat ini cukup kuat untuk membiayai buyback sekaligus operasional bisnis.

Periode buyback akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai sejak 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026. Namun, Astra memiliki opsi untuk menghentikan aksi korporasi ini lebih awal jika dana yang dialokasikan telah habis atau jika terdapat pertimbangan lain yang mendesak.
Selain bertujuan untuk menstabilkan harga saham, manajemen Astra menjelaskan bahwa buyback ini juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang. Saham treasuri yang diperoleh dari buyback dapat dijual kembali di masa depan jika perusahaan membutuhkan tambahan modal.
Aksi buyback ini diperkirakan akan menurunkan aset dan ekuitas perusahaan sebesar jumlah yang digunakan untuk pembelian kembali saham. Namun, manajemen Astra memastikan bahwa dampak negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan tidak akan signifikan. Investor pun menyambut baik rencana ini, berharap dapat meningkatkan kepercayaan terhadap fundamental perusahaan.





