Tahun 2025 menjadi periode yang monumental bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara resmi menutup perdagangan pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan performa yang memukau. Tercatat, IHSG berhasil melonjak 22,13% (year-to-date), menembus level 8.646. Sebuah pencapaian yang mengukir rekor baru, seperti yang dirangkum jabarpos.id.
Menurut analisis Gelson Kurniawan, Equity Analyst dari CNBC Indonesia, lonjakan impresif IHSG ini tak lepas dari peran krusial investor ritel domestik. Generasi Z dan Milenial, yang jumlahnya terus bertambah di pasar modal, disebut-sebut menjadi motor penggerak utama di balik penguatan tersebut. Partisipasi aktif dari segmen demografi muda ini memberikan suntikan likuiditas dan optimisme yang signifikan.

Selain dukungan dari basis investor muda, sentimen positif lainnya datang dari perubahan metodologi perhitungan free float saham oleh MSCI. Kebijakan ini turut memberikan dorongan signifikan bagi pergerakan bursa saham Tanah Air sepanjang tahun, menciptakan kondisi yang lebih menarik bagi investor institusional.
Pencapaian IHSG di tahun 2025 ini menandai era baru partisipasi investor, khususnya dari kalangan muda, dalam memajukan pasar modal nasional. Analisis mendalam mengenai fenomena ini sebelumnya telah dibahas dalam dialog Syarifah Rahma dengan Gelson Kurniawan di program Power Lunch, CNBC Indonesia, yang tayang pada Rabu (31/12/2025).




