Kabar gembira menyelimuti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Free float saham PANI melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir, membuka gerbang menuju panggung investasi global. Menurut laporan yang diterima jabarpos.id, peningkatan ini mengubah lanskap investabilitas saham PANI secara drastis.
Data terkini menunjukkan, persentase free float saham PANI meroket dari 12,2% menjadi 15,91%. Lonjakan ini tidak hanya meningkatkan likuiditas saham di pasar, tetapi juga secara signifikan memperbesar peluang PANI untuk dipertimbangkan masuk ke dalam indeks saham bergengsi internasional seperti MSCI dan FTSE. Potensi ini diyakini akan menarik perhatian lebih banyak investor global.

Bagi para pelaku pasar, Indeks MSCI bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai tolok ukur standar global untuk mengukur kinerja pasar saham, menjadi barometer penting bagi investor institusi di seluruh dunia. Sebuah saham yang berhasil menembus indeks MSCI dianggap memiliki tingkat investabilitas yang tinggi, memenuhi kriteria ketat seperti likuiditas yang memadai, kapitalisasi pasar yang besar, dan tentu saja, free float yang cukup. Meskipun masuknya saham ke indeks ini sering kali memicu minat investor institusi, penting untuk dicatat bahwa hal tersebut tidak serta-merta menjamin kenaikan harga saham secara permanen.
Peningkatan free float saham PANI ini bukan tanpa sebab. Berdasarkan informasi yang dihimpun jabarpos.id pada Selasa (6/1/2026), lonjakan tersebut terjadi pasca perusahaan sukses menggelar Rights Issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Aksi korporasi ini berhasil menghimpun dana segar senilai Rp 15,7 triliun. Sebagian besar dari dana tersebut dialokasikan untuk mengakuisisi PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), yang kini menjadikan kepemilikan PANI atas saham CBDK mencapai 87%.
Selain itu, PT Multi Artha Pratama (MAP), yang merupakan pemegang saham utama PANI, turut berperan dalam meningkatkan persentase saham publik. MAP secara bertahap telah melakukan penjualan sahamnya di PANI, sebuah langkah strategis untuk memperbesar porsi saham yang beredar bebas di pasar.
Hingga akhir Desember 2025, upaya-upaya ini membuahkan hasil signifikan. Free float PANI tercatat meningkat menjadi sekitar 15,91%, sementara kepemilikan MAP di PANI turun menjadi 84,09%. Dengan kondisi ini, PANI kini semakin dekat dengan kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari indeks elite dunia, membuka babak baru bagi perusahaan di kancah investasi internasional.





