Jabarpos.id, Bekasi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya angkat bicara mengenai proses pencarian sosok pemimpin baru yang akan mengisi kursi Anggota Dewan Komisioner OJK. Hal ini menjadi sorotan publik, mengingat peran krusial OJK dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor keuangan Indonesia.
Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memastikan kelancaran tugas dan fungsi OJK, serta menjalankan program-program yang diperlukan, terutama dalam merespons dinamika pasar modal yang terjadi belakangan ini.

Ketika ditanya mengenai Panitia Seleksi (Pansel) yang bertugas memilih calon pimpinan OJK, Friderica menyatakan bahwa hal tersebut berada di luar kewenangannya. "Terkait pertanyaan tentang pansel, itu kan ada di Kementerian Keuangan, ya itu di luar kami," ujarnya usai acara Witnessing SNLIK di Bekasi Timur, Senin (9/2/2026).
Meskipun demikian, Friderica meyakinkan bahwa proses transisi akan berjalan dengan baik. Terkait kemungkinan adanya pejabat karir yang masuk dalam bursa calon pemimpin OJK, ia enggan memberikan komentar lebih lanjut. "Siapapun nanti yang terpilih, kita siap bekerja sama. Saya tidak tahu (terkait adanya pejabat karir yang masuk bursa calon pejabat OJK)," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Pansel OJK akan mulai bekerja pada hari ini untuk menyeleksi calon pengganti Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara, dan Inarno Djajadi. Purbaya menargetkan dalam waktu satu minggu sudah ada calon ketua OJK yang disiapkan, dan dalam dua minggu ketua OJK baru sudah terpilih.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa pembentukan Pansel OJK menjadi prioritas utama, sebelum pemilihan Direksi BEI. Publik menantikan siapa sosok yang akan terpilih untuk memimpin OJK dan membawa sektor keuangan Indonesia menuju arah yang lebih baik.





