JABARPOS.ID, Jakarta – Sebuah gebrakan besar akan segera mengubah lanskap transportasi di wilayah Banten. Proyek ambisius MRT Jakarta akan diperluas hingga mencapai Balaraja, Banten, menandai babak baru dalam konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Studi proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2, yang membentang sepanjang 30 kilometer dari Kembangan hingga Balaraja, akan segera dimulai, menjanjikan transformasi signifikan bagi wilayah tersebut.
Proyek prestisius ini telah menarik perhatian sejumlah pengembang properti terkemuka. Beberapa nama besar seperti Summarecon Serpong, Alam Sutera Realty, Lippo Karawaci, Paramount Enterprise International, Summarecon Tangerang, Intiland Development Tbk, dan Metropolitan Karyadeka Development telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT MRT Jakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menekankan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan perwujudan mandat penting dari pemerintah untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) dalam radius 700 meter dari stasiun MRT. Lebih dari sekadar seremoni, langkah ini adalah komitmen bersama untuk membangun sistem transportasi massal yang berorientasi pada pelayanan publik.
"Kolaborasi ini adalah bukti keseriusan semua pihak dalam mendukung sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan," ungkap Tuhiyat dalam keterangan tertulisnya.
Lintas Timur-Barat, menurut Tuhiyat, adalah koridor strategis yang menghubungkan kawasan residensial, kawasan industri, dan pusat-pusat pertumbuhan baru di Jakarta dan Banten. MRT Jakarta mengambil peran aktif dalam membantu pemerintah pusat dengan mendorong konektivitas dan efisiensi anggaran melalui kerja sama studi dengan para pengembang, khususnya di wilayah Banten.
Fase ini direncanakan memiliki panjang sekitar 30 kilometer, membentang dari Kembangan hingga Balaraja. Tuhiyat berharap studi ini akan memfasilitasi perencanaan Lintas Timur-Barat Fase 2 oleh Kementerian Perhubungan, baik dari aspek kelembagaan maupun keuangan.
MRT Jakarta dan para pengembang berupaya mewujudkan konsep TOD yang tidak hanya berfokus pada mobilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Tuhiyat menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan Bappenas atas dukungan dan arahan kebijakan, serta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten atas dorongan mereka dalam mewujudkan konektivitas lintas wilayah.
"Kolaborasi ini akan menghasilkan solusi inovatif yang meringankan beban pendanaan publik sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi kawasan dan masyarakat," pungkasnya.
Berikut adalah perkiraan titik-titik Tahap I Lintas Barat (Banten) sepanjang 29,9 Km: (Daftar titik-titik dari artikel asli)





