Beranda / Berita / Cashlez Terpuruk Rugi Dua Kali Lipat, Ada Apa?

Cashlez Terpuruk Rugi Dua Kali Lipat, Ada Apa?

Cashlez Terpuruk Rugi Dua Kali Lipat, Ada Apa?

Jabarpos.id – Kabar kurang sedap datang dari emiten teknologi pembayaran, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH). Perusahaan ini kembali mencatatkan kerugian yang fantastis, mencapai Rp68 miliar pada tahun 2025. Angka ini melonjak 100 persen dibandingkan kerugian tahun sebelumnya yang sebesar Rp34 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (17/2/2026), Cashlez mengalami penurunan pendapatan sebesar 2 persen, menjadi Rp110,2 miliar. Penjualan perangkat masih menjadi kontributor utama pendapatan, menyumbang 70 persen atau sekitar Rp77 miliar. Sisanya berasal dari jasa instalasi (Rp19,8 miliar) dan fee merchant discount rate (Rp13,4 miliar).

Baca juga:  Jangan Kaget! Simpan Duit Banyak di Bank Justru Bikin Boncos? Ini Alasannya!
Cashlez Terpuruk Rugi Dua Kali Lipat, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, laba kotor perusahaan hanya naik tipis 1,3 persen menjadi Rp20,2 miliar. Hal ini seiring dengan upaya efisiensi yang dilakukan pada pos beban pokok pendapatan. Sayangnya, kerugian operasional Cashlez justru membengkak menjadi Rp46 miliar, terutama disebabkan oleh kerugian penurunan nilai piutang yang mencapai Rp11,2 miliar.

Dengan berbagai beban lainnya dan penghapusan pajak tangguhan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp68 miliar.

Baca juga:  Terkait Laporan Dirinya Gunakan Fasilitas Private Jet, Bobby Nasution Pastikan Ikuti Proses

Dari sisi neraca, likuiditas Cashlez menunjukkan perbaikan dengan lonjakan kas dan setara kas sebesar 323 persen menjadi Rp72 miliar. Hal ini dipicu oleh penarikan utang dari afiliasi. Piutang usaha relatif turun menjadi Rp25 miliar, meskipun persediaan naik tajam hingga 174 persen menjadi Rp17 miliar. Aset lancar perseroan naik dari Rp54 miliar menjadi Rp118 miliar, sementara aset tidak lancar turun menjadi Rp154 miliar. Secara keseluruhan, jumlah aset naik 9 persen menjadi Rp272 miliar.