JABARPOS.ID, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan sinyal positif terkait potensi dividen yang akan diterima investor. Usulan dividend payout ratio (DPR) bahkan diprediksi lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa usulan DPR kemungkinan berada di kisaran 79%. Meskipun demikian, keputusan final tetap akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Tapi pasti lebih baik lah dibanding tahun lalu. Lihat saja tahun lalu berapa," ujar Riduan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sebagai informasi, pada tahun sebelumnya, pemegang saham BMRI sepakat untuk membagikan 78% dari laba tahun buku 2024, yang nilainya mencapai Rp 43,5 triliun. Dengan demikian, investor menerima setara Rp 466,18 per saham.
Terkait Rencana Bisnis Bank (RBB), Riduan memastikan bahwa perseroan belum melakukan revisi atas dokumen yang telah disampaikan kepada regulator. Bank Mandiri masih menjalankan RBB yang telah diajukan pada Desember lalu. "Iya, kita kan RBB-nya sudah kita sampaikan Desember. Jadi, kita teruskan aja dengan RBB yang ada sekarang. Nanti Juni mungkin baru kita lihat kekembangannya untuk revisi atau nggak. Iya, tapi kan kita selalu bekerja lebih dari RBB," jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, Bank Mandiri berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun sepanjang tahun 2025. Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024, laba emiten bersandi BMRI ini mengalami kenaikan sebesar 0,93% secara tahunan (yoy).
Pada periode yang sama, aset bank juga mengalami kenaikan sebesar 18,7% yoy. "Ini jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional," ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026), seperti yang dilansir oleh JABARPOS.ID.





