Kursi Ketua OJK Sepi Peminat? Menkeu Buka Suara!
Jakarta – Proses seleksi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah berjalan selama dua pekan terakhir, ternyata belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa jumlah kandidat yang mendaftar masih terbilang minim.

"Ada beberapa, tapi menurut saya masih kurang banyak," ujar Purbaya usai ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).
Padahal, batas waktu pendaftaran akan segera berakhir pada 2 Maret 2026. Purbaya menambahkan, hingga saat ini Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, belum terlihat mendaftarkan diri.
"Saya belum lihat (Friderica mendaftar). Bukan kemarin, tapi kemarinnya lagi, belum lihat lah," ungkapnya.
Menurut pantauan jabarpos.id, sejauh ini pendaftaran didominasi oleh pegawai internal OJK dan beberapa pelaku industri jasa keuangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kursi pimpinan OJK kurang diminati oleh tokoh-tokoh eksternal yang kompeten?
"Ada OJK, ada orang keuangan juga yang daftar," pungkas Purbaya.
Minimnya kandidat ini tentu menjadi perhatian serius. OJK sebagai lembaga pengawas sektor keuangan yang vital, membutuhkan sosok pemimpin yang berkualitas dan memiliki visi yang jelas untuk membawa industri keuangan Indonesia ke arah yang lebih baik. Apakah seleksi ini akan diperpanjang? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.





