JABARPOS.ID – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), emiten konstruksi yang tengah menjadi sorotan, akhirnya buka suara terkait rencana akuisisi dua perusahaan yang sebelumnya menjadi teka-teki. Penjelasan ini diberikan sebagai respons atas permintaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip surat resmi SMKM tertanggal 22 Desember 2025 dan 30 Januari 2026, JABARPOS.ID melaporkan bahwa perseroan telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO) untuk mengakuisisi Panasia Aquaculture Pte. Ltd. (Panasia). Nilai transaksi akuisisi ini diperkirakan mencapai US$100 juta, dengan target penyelesaian maksimal pada 30 Juni 2026.

Tak hanya itu, SMKM juga telah meneken CSPA dengan Advanced Systems Automation Limited (ASA) untuk mengakuisisi LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings). Nilai transaksi untuk akuisisi ini diperkirakan sebesar SG$13 juta, dengan target penyelesaian paling lambat 30 Juni 2027.
Manajemen SMKM menjelaskan bahwa kedua rencana akuisisi ini didasari oleh keinginan untuk memperkuat kegiatan usaha, mengingat pertumbuhan bisnis konstruksi SM yang cenderung terbatas dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, akuisisi ini juga sejalan dengan perubahan strategi SMKM.
"Dalam rangka mengembangkan nilai baru yang prospektif bagi seluruh pemegang saham, Perseroan berencana untuk mengakuisisi Panasia yang bergerak di bidang pengembangan dan budidaya akuakultur dari LSO, sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang dan berkelanjutan Perseroan," ungkap manajemen SMKM dalam keterbukaan informasi.
Untuk diketahui, salah satu anak perusahaan Panasia, yaitu Lim Shrimp Organization Ltd, BVI, saat ini dimiliki bersama (50:50) oleh ASA melalui LSO Holdings. SMKM berencana mengakuisisi sisa 50% saham Lim Shrimp Organization Ltd, BVI dari ASA untuk menciptakan sinergi dan penyelarasan operasional yang lebih baik.
Manajemen SMKM menegaskan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai struktur grup perusahaan LSO setelah proses restrukturisasi internal selesai. Mereka juga menjelaskan bahwa LSO dikendalikan oleh ASA yang tercatat di bursa Singapura, sementara pemilik manfaat akhir Panasia adalah Chen Pei Ling Catherine, Lim Yu Victoria, dan Structured Capital Solutions Inc.
Saat ini, SMKM masih melakukan kajian dan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah rencana akuisisi ini memenuhi kriteria sebagai Transaksi Material atau Transaksi Afiliasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bersamaan dengan rencana akuisisi, SMKM juga mengumumkan rencana pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue pada tahun 2026 dan 2027. Rights issue ini dilakukan sebagai mekanisme untuk melakukan inbreng aset milik Pengendali Baru ke dalam SMKM, dengan tujuan memperkuat struktur permodalan dan kegiatan usaha perseroan. Perseroan berencana melaksanakan RUPSLB dengan salah satu agenda yaitu persetujuan PMHMETD selambatnya pada kuartal 3 2026.





