JABARPOS.ID – Penyakit jantung tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik atau pola makan yang buruk, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang seringkali tidak kita sadari, terutama setelah pukul 7 malam.
Seorang ahli kardiologi, Dr. Sanjay Bhojraj, MD, mengungkapkan tujuh kebiasaan malam yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan jantung. Berikut ulasannya, seperti dilansir jabarpos.id dari CNBC Internasional, Jumat (20/3/2026):

-
Makan Terlalu Larut: Metabolisme tubuh mengikuti ritme sirkadian. Makan larut malam dapat mengganggu sensitivitas insulin dan kemampuan tubuh dalam memproses glukosa dan lemak, meningkatkan kadar gula darah, gangguan metabolisme lipid, dan peradangan.
-
Cahaya Terang yang Menyengat: Paparan cahaya terang, terutama yang didominasi warna biru dari lampu LED, menekan produksi melatonin, hormon penting untuk mengatur tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan.
-
Tontonan Pemicu Emosi: Stres psikologis dari acara televisi yang menegangkan, debat politik, atau pertandingan olahraga dapat memicu sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
-
Olahraga Intensif Malam Hari: Olahraga berat di malam hari membuat kadar kortisol tetap tinggi dan menunda peralihan tubuh ke mode istirahat dan perbaikan, mengganggu tidur dan mengurangi variabilitas detak jantung.
-
Konsumsi Alkohol: Alkohol mengganggu struktur tidur, menekan tidur REM, dan menghambat produksi melatonin, meningkatkan detak jantung istirahat dan menghambat penurunan tekanan darah normal di malam hari.
-
Percakapan Penuh Emosi: Pertengkaran atau percakapan yang memicu emosi di malam hari meningkatkan kadar kortisol dan menurunkan variabilitas detak jantung, memicu aritmia atau kejadian jantung pada individu yang rentan.
-
Paparan Layar Tanpa Filter: Cahaya biru dari ponsel, tablet, dan televisi menunda pelepasan melatonin dan menggeser ritme sirkadian, menyebabkan gangguan tidur yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, resistensi insulin, dan peradangan.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, Anda dapat memberikan kesempatan bagi jantung untuk beristirahat dan memulihkan diri, sehingga menjaga kesehatan jantung jangka panjang.




