Beranda / Berita / Saham AKKU Dibekukan BEI Ada Apa Gerangan

Saham AKKU Dibekukan BEI Ada Apa Gerangan

Jabarpos.id Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara perdagangan saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) sejak 2 April 2026. Langkah ini diambil lantaran emiten yang bergerak di bidang investasi dan jasa, khususnya pengelolaan hotel, itu mendapatkan opini Disclaimer atau Tidak Memberikan Pendapat dari auditor selama dua periode berturut-turut.

Menurut pengumuman BEI yang dikutip jabarpos.id, Selasa (14/4/2026), keputusan suspensi ini didasarkan pada laporan keuangan auditan AKKU per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 yang memperoleh opini Disclaimer. Hal ini melanggar ketentuan III.1.1 Peraturan Bursa No. I-L tentang Suspensi Efek, yang mengatur bahwa suspensi dapat dilakukan jika perusahaan tercatat memperoleh opini Disclaimer dua kali berturut-turut atau opini Tidak Wajar (Adverse) satu kali.

Baca juga:  Elon Musk di Ambang Gelar Triliuner? Tesla Siapkan Gaji Fantastis!
Saham AKKU Dibekukan BEI Ada Apa Gerangan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Atas hal tersebut, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di seluruh Pasar sejak Sesi I Periodic Call Auction pada hari Kamis, 2 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," demikian bunyi pengumuman BEI. Bursa juga mengimbau semua pihak yang berkepentingan untuk terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan.

Baca juga:  Polemik Pembubaran Diskusi Diaspora, Propam Polda Metro Jaya Periksa 11 Polisi Termasuk Kapolsek Mampang

Saham AKKU terakhir diperdagangkan pada harga Rp38,00 per saham. Dalam lima hari terakhir, harga saham ini terus menunjukkan tren penurunan. Data dari Stockbit mencatat bahwa harga tertinggi AKKU dalam lima tahun terakhir adalah Rp50 per saham, sementara harga terendahnya adalah Rp8 per saham.

Dari sisi kinerja keuangan, AKKU mencatatkan rugi bersih sebesar Rp27,3 miliar pada tahun 2025, meningkat tajam dibandingkan rugi sebesar Rp9,1 miliar pada tahun 2024. Perusahaan ini pertama kali melantai di bursa atau melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 1 November 2004 dengan harga penawaran saham sebesar Rp100 per saham.