close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 21, 2026

Drone Siap Bersihkan Sampah di Everest

spot_img

Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia, kini tengah menghadapi masalah serius: sampah. Berbagai cara telah dilakukan untuk membersihkannya, namun medan yang sulit dan ketinggian yang ekstrem (8.850 meter di atas permukaan laut) menjadi kendala besar. Sampah-sampah yang ditinggalkan, mulai dari tabung oksigen hingga peralatan berkemah, semakin menumpuk dan mencemari keindahan alam Everest.

Pemerintah Nepal, negara tempat Everest berada, kini beralih pada teknologi untuk mengatasi masalah ini. Drone menjadi solusi yang diyakini efektif untuk membersihkan sampah di gunung tersebut. Pada bulan April lalu, uji coba drone pembawa DJI Flycart 30 berhasil dilakukan. Dibantu pendaki gunung Mingma Gyalje Sherpa, drone ini mampu menerbangkan tiga botol oksigen dan 1,5 kg pasokan lainnya dari Everest Base Camp ke ketinggian kurang dari 6.000 mdpl.

Baca juga:  Naik Bandros Sekarang Bisa dari Balai Kota Bandung!

Drone Siap Bersihkan Sampah di Everest

Christina Zhang, juru bicara DJI, mengatakan bahwa drone tersebut tidak hanya berfungsi mengangkut sampah, tetapi juga logistik. "Kemampuan untuk mengangkut peralatan, persediaan, dan limbah dengan aman menggunakan drone memiliki potensi untuk merevolusi logistik pendakian gunung Everest, memfasilitasi upaya pembersihan sampah, dan meningkatkan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat," ujar Christina.

Baca juga:  Berburu Kisah Mistis di Malam Hari dengan Bandros Braga Mystery

Drone ini memiliki keunggulan dibandingkan teknologi helikopter tradisional yang digunakan pada banyak drone model lama. Ia mampu beroperasi di iklim dataran tinggi yang udaranya tipis. Jika pendaki membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mencapai puncak Everest, drone ini diprediksi dapat mencapainya dalam waktu sekitar 12 menit.

Taman nasional Sagarmatha, tempat Everest berada, dikunjungi 100 ribu pengunjung setiap tahunnya. Diperkirakan rata-rata 8 kg sampah ditinggalkan para pendaki. Layanan pengumpulan sampah menggunakan drone akan dimulai pada musim gugur di sana.

Baca juga:  8 Tempat Wisata Dekat Tol Pasteur Bandung: Belanja, Kuliner, hingga Relaksasi

Lebih dari 300 orang telah meninggal di Everest, termasuk setidaknya 100 anggota komunitas Sherpa. Penggunaan drone diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan para pendaki dan petugas kebersihan.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...
Berita terbaru
Berita Terkait