Beranda / Teknologi / SpaceX Ubah Kapsul Dragon untuk Misi Bersejarah: Spacewalk Pertama Kru Sipil!

SpaceX Ubah Kapsul Dragon untuk Misi Bersejarah: Spacewalk Pertama Kru Sipil!

SpaceX Ubah Kapsul Dragon untuk Misi Bersejarah

SpaceX sedang mempersiapkan misi luar angkasa yang belum pernah terjadi sebelumnya: spacewalk pertama yang dilakukan oleh kru sipil! Untuk mendukung misi Polaris Dawn, yang dijadwalkan meluncur pada 27 Agustus, SpaceX telah melakukan modifikasi signifikan pada kapsul Crew Dragon.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah penghapusan airlock tradisional. Ini berarti keempat astronot, yaitu Jared Isaacman, Scott “Kidd” Poteet, Sarah Gillis, dan Anna Menon, akan mengenakan pakaian luar angkasa selama spacewalk.

Baca juga:  Apple dan Nvidia Ingin "Berteman" dengan ChatGPT, Nilai Perusahaan Tembus Rp1.500 Triliun!

“Kapsul Dragon akan menurunkan tekanan internal secara bertahap selama spacewalk, membantu mengurangi risiko penyakit dekompresi,” jelas Sarah Gillis dalam konferensi pers.

Misi ini juga akan menggunakan sistem komunikasi baru yang memanfaatkan tautan laser dari satelit Starlink. Teknologi ini memungkinkan transmisi data dengan kecepatan tinggi antara kapsul Dragon dan satelit Starlink, membuka peluang baru untuk komunikasi dalam misi luar angkasa di masa depan.

Baca juga:  AI "Sumber Terbuka"? Jangan Tertipu! Ini Definisi Aslinya!

Pakaian luar angkasa yang digunakan dalam misi ini juga telah mengalami pembaruan signifikan. Sistem manajemen termal baru akan menjaga suhu tubuh astronot, sementara visor helm dilapisi tembaga untuk perlindungan radiasi.

“Pakaian ini dirancang dengan redundansi yang signifikan dalam pasokan oksigen dan segel-segel penting, menjadikannya sangat aman untuk digunakan dalam ruang hampa udara,” tambah Gillis.

Baca juga:  KCl Menggunakan Analisis Kamera Untuk Melarang Pelanggar Seksual Menggunakan Layanan Kereta Api

Modifikasi dan inovasi yang dilakukan SpaceX untuk misi Polaris Dawn menandai langkah maju yang penting dalam eksplorasi luar angkasa oleh kru sipil. Misi ini berpotensi mengubah cara kita memandang misi luar angkasa di masa depan.